JURNALSUKABUMI.COM – Jemaah shalat jum’at dimasjid Al-Munawaroh kebanggaan warga Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, nampak khusyu menyimak ceramah khotib tentang pentingnya kerukunan umat di tengah badai rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Ustadz Zaini, selaku khotib mengatakan, umat islam selalu jadi objek yang selalu disudutkan maka penting menjaga kebersamaan. Terlebih dengan adanya RUU HIP.
“Solusinya kita mesti harus bersatu, meskipun begitu sulit kondisinya sekarang,” katanya.
Bahkan menurut pria yang menduduki sekretaris Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kecamatan Cikembar itu, memiliki keyakinan bahwasanya umat islam mau gak mau, harus terus bersatu dalam segala hal.
“Kita mesti bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah. Toleransi dalam khilafiyah bahkan ada juga yang menambahkan kerjasama dalan dakwah,” ujar Ustadz Zaini kepada reporter jurnalsukabumi.com
“Kita tak menampik banyaknya perbedaan aliran. Namun soal akidah dan keimanan harus sama-sama berjamaah, harus semakin diperkuat,” sambungnya.
Secara tegas, Ia mengklaim sikap majelis ulama dari pusat hingga daerah menolak adanya RUU HIP.
“Kami mengikuti tingkat pusat tentu menolak, karena akan merugikan keislaman. Soalnya pancasila hal terpenting untuk menata kerukunan di kita,” tandasnya.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi











