54 Armada DLH Tak Cukup Layani Sukabumi, Kebutuhan Ideal Capai 250 Truk

Rabu, 9 September 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mengelola sampah di Kabupaten Sukabumi bukan perkara sederhana. Wilayah yang membentang di 47 kecamatan dengan ratusan desa membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus bekerja dengan jangkauan pelayanan yang jauh lebih luas dibandingkan kemampuan armada yang tersedia.

Saat ini DLH Kabupaten Sukabumi memiliki 54 armada pengangkut sampah. Namun, delapan di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.

Kondisi tersebut membuat kemampuan DLH dalam mengangkut sampah dari masyarakat masih jauh dari kebutuhan ideal.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengakui keterbatasan armada masih menjadi salah satu persoalan utama pelayanan persampahan.

“Kita ingin terus melakukan optimalisasi pelayanan prima dengan kemampuan yang ada. Memang harus diakui, pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat masih belum maksimal karena keterbatasan armada,” ujar Dede, Rabu (9/9/2026).

Persoalannya bukan hanya jumlah kendaraan. Sebagian armada yang dimiliki DLH juga sudah berusia lebih dari 10 tahun. Perawatan tetap dilakukan, tetapi kendaraan yang mengalami kerusakan berat membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Ketika satu armada masuk bengkel, beban pelayanan otomatis berpindah ke kendaraan lain. Jadwal pengangkutan di sejumlah wilayah pun harus menyesuaikan kondisi armada yang tersedia.

Padahal, kebutuhan ideal yang dihitung dalam master plan persampahan Kabupaten Sukabumi jauh di atas jumlah armada saat ini.

“Kalau berdasarkan master plan, untuk menjangkau seluruh wilayah administratif Kabupaten Sukabumi, kebutuhan minimalnya sekitar 250 unit truk sampah,” kata Dede.

Artinya, terdapat kesenjangan besar antara armada yang tersedia dengan kebutuhan pelayanan. Dari kebutuhan minimal 250 unit, DLH saat ini hanya mengoperasikan 54 armada, itu pun tidak seluruhnya dalam kondisi prima.

Dampaknya terlihat dari cakupan pelayanan. Dari 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi, layanan pengangkutan sampah baru menjangkau sekitar 156 desa yang tersebar di 36 kecamatan.

“Ini menjadi kendala kita. Ketika satu kendaraan rusak atau sedang menjalani perawatan, pelayanan di lapangan harus disesuaikan,” jelasnya.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting karena pola pengelolaan sampah di kawasan Cimenteng juga telah berubah. Setelah operasional TPA Cimenteng dihentikan untuk metode penimbunan landfill, sampah yang masuk diarahkan menuju fasilitas pengolahan menjadi bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF).

Dengan pola tersebut, proses pengangkutan menjadi bagian penting dalam rantai pengelolaan sampah. Sampah dari masyarakat harus segera dikumpulkan dan dipindahkan menuju fasilitas pengolahan.

Karena itu, menurut Dede, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diselesaikan hanya dengan menambah armada.

DLH juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat mengambil peran sejak dari sumber sampah. Semakin banyak sampah yang dapat dikurangi atau dikelola secara mandiri di tingkat rumah tangga dan lingkungan, semakin kecil pula beban yang harus ditanggung armada DLH.

“Persoalan sampah ini merupakan urusan bersama. Kita harus mendorong pola pengelolaan yang lebih mandiri agar sampah yang harus diangkut oleh DLH dapat dikurangi,” tuturnya.

Bagi DLH, optimalisasi pengangkutan tetap menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan. Namun di tengah keterbatasan armada dan luasnya wilayah pelayanan, pengurangan sampah dari sumber menjadi bagian penting agar sistem persampahan tidak semakin terbebani.

“Harapan kita pelayanan semakin tertib dan optimal. Namun, masyarakat juga perlu ikut mengurangi sampah sejak dari rumah,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kabar Gembira! Klinik Jindan Haris Medika Sukabumi Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan
KOPI MASAL Bergerak, Kecamatan Cibadak Bangkitkan Harapan Korban Kebakaran Lewat Bedah Rumah
Gebyar Sipenyu Jadi Panggung Bapeni, 35 ASN dan Guru Tampilkan Harmoni Memukau
Dari Blusukan hingga Digitalisasi, Bapenda Bongkar Potensi Pajak Melalui Gebyar Sipenyu
Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai Sukabumi, Bupati Kaji Jadwal Sekolah
PAD Turun, Dana Transfer Naik, Bupati Sukabumi Pilih Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan
Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Poros Bonsai Indonesia
Pendopo Sukabumi Berubah Jadi Ruang Khitan, Lebih dari 150 Anak Jalani Sunatan Massal

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:45 WIB

54 Armada DLH Tak Cukup Layani Sukabumi, Kebutuhan Ideal Capai 250 Truk

Rabu, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Kabar Gembira! Klinik Jindan Haris Medika Sukabumi Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan

Rabu, 9 September 2026 - 04:59 WIB

KOPI MASAL Bergerak, Kecamatan Cibadak Bangkitkan Harapan Korban Kebakaran Lewat Bedah Rumah

Selasa, 8 September 2026 - 17:41 WIB

Dari Blusukan hingga Digitalisasi, Bapenda Bongkar Potensi Pajak Melalui Gebyar Sipenyu

Senin, 7 September 2026 - 17:44 WIB

Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai Sukabumi, Bupati Kaji Jadwal Sekolah

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam