JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan peserta didik dari berbagai PKBM di Wilayah 1 Kabupaten Sukabumi unjuk kemampuan dalam olahraga dan seni. Ada yang beradu strategi di papan catur, tampil membawakan puisi dan tari, hingga berkompetisi dalam voli dan mini soccer.
Ajang tersebut berlangsung melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PKBM Wilayah 1 Kabupaten Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini diikuti 15 PKBM dari enam kecamatan, yakni Warungkiara, Bantargadung, Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak, dan Cisolok.
Ketua Korwil PKBM Wilayah 1 Kabupaten Sukabumi, Dodi Mubarok, mengatakan Porseni menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan potensi yang selama ini mereka miliki, baik dalam bidang olahraga maupun seni.
“Menampilkan penampilan peserta didik sewilayah dalam bidang olahraga dan seni, sekaligus silaturahmi PKBM,” kata Dodi.
Beragam cabang dilombakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tari, puisi, catur, solo vokal, voli hingga mini soccer. Pelaksanaannya pun tidak terpusat di satu lokasi, melainkan dibagi menjadi tiga titik, yakni Gedung Serbaguna Kecamatan Cikakak, Kantor Koryandik, dan kawasan Cimaja.
Menurut Dodi, Porseni seperti ini belum dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Saat ini, kegiatan serupa baru dilaksanakan oleh PKBM Wilayah 1 dan Wilayah 2.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi arena mencari juara. Bagi peserta didik, Porseni menjadi ruang untuk berani tampil, mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus bertemu dengan peserta dari PKBM lainnya.
“Peserta yang ikut 15 PKBM. Seharusnya ada 17 PKBM, cuma dua yang off. Pesertanya mencapai puluhan orang,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) turut mendorong agar Porseni menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi, mengatakan hasil perlombaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan harus sama-sama menjadi pengalaman bagi peserta didik untuk berkembang.
“Kalau kalah jangan dijadikan alasan untuk minder atau putus asa. Begitu juga ketika menang, jangan sampai kemenangan membuat kita merendahkan orang lain. Tetap rendah hati dan terus berusaha mempertahankan prestasi,” kata Cecep.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung sportivitas selama kompetisi. Sebab, menurutnya, pengalaman mengikuti perlombaan dapat menjadi bagian dari proses membangun karakter dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Berlombalah secara sportif dan profesional. Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan, dan memberikan yang terbaik bagi lembaga,” tutupnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











