JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 16 peserta mengikuti sertifikasi selam di perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai upaya meningkatkan keterampilan, keselamatan, sekaligus kemampuan penyelam dalam menjelajahi ekosistem bawah laut.
Kegiatan yang berlangsung 14-17 Agustus 2026 tersebut digelar Komunitas Penyu bersama PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat II Palabuhanratu dan Bandung Scuba Center.
Para peserta mengikuti tiga jenjang pelatihan, yakni Try Scuba, Open Water Diver, hingga Advanced Diver. Materi tidak hanya berfokus pada kemampuan menyelam, tetapi juga pemahaman penggunaan peralatan dan prosedur keselamatan di bawah air.
Instruktur selam dari SSI dan POSSI, Suyatno, menjelaskan Try Scuba menjadi tahapan awal bagi masyarakat yang ingin mengenal aktivitas penyelaman sebelum melanjutkan ke jenjang sertifikasi berikutnya.
“Try Scuba itu sendiri adalah mencoba menyelam. Jadi untuk orang-orang yang penasaran atau sekadar ingin mencoba scuba, bisa dilakukan di kolam,” ujar Suyatno, Minggu (16/8/2026).
Dalam pelatihan, peserta terlebih dahulu dikenalkan dengan berbagai perlengkapan selam, mulai dari fin, masker, snorkel, tabung, regulator, BCD, wetsuit hingga pemberat.
Setelah memahami fungsi peralatan, peserta kemudian menjalani praktik di dalam air. Mereka dilatih menggunakan komunikasi melalui hand signal, teknik bernapas menggunakan regulator, hingga prosedur menghadapi berbagai kondisi yang dapat terjadi ketika berada di bawah permukaan laut.
Beberapa teknik yang dipraktikkan di antaranya regulator clearing, regulator recovery, masker clearing, serta masker recovery. Peserta juga diajak melakukan eksplorasi bawah air sebagai bagian dari penerapan materi yang telah diberikan.
Menurut Suyatno, kemampuan teknis dan keselamatan menjadi bagian penting dalam aktivitas selam. Terlebih Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas dan menyimpan potensi wisata bahari.
Ia menilai pengembangan aktivitas bawah laut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami teknik penyelaman sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Bagus sekali Komunitas Penyu sudah mulai menggarap yang di laut, khususnya nanti edukasi transplantasi terumbu karang, perawatan terumbu karang, dan satwa yang dilindungi,” katanya.
Bagi Komunitas Penyu, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penerbitan sertifikasi. Edukasi mengenai laut menjadi bagian penting agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa aktivitas wisata bahari harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem.
Pengawas Penyu Apra, didampingi Wan Wan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme penyelam di Sukabumi.
“Selain pelatihan dan sertifikasi, peserta juga diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan bawah laut. Pengetahuan mengenai terumbu karang dan satwa yang dilindungi diharapkan dapat membentuk penyelam yang tidak hanya mampu menyelam dengan aman, tetapi juga ikut menjaga ekosistem,” ucap Apra.
Rangkaian kegiatan kemudian akan berlanjut pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Para penyelam dijadwalkan melakukan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut perairan Palabuhanratu,” tambahnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











