JURNALSUKABUMI.COM – Kisah perjuangan Supriadi (35), warga Sukabumi, layak menjadi teladan. Pernah terpuruk setelah kehilangan ratusan ekor bebek yang menjadi sumber penghidupannya, Supriadi kini justru berhasil bangkit dan merintis usaha roti hingga memiliki 10 karyawan.
Musibah tersebut sempat membuat Supriadi terpukul. Ratusan bebek yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarganya hilang dalam sekejap. Kondisi itu membuatnya sempat merasa kehilangan harapan.
Namun, Supriadi memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Di tengah keterbatasan dan kesedihan yang dialaminya, ia mulai mencari jalan lain untuk kembali menghidupi keluarganya.
Berbekal tekad dan semangat untuk bangkit, Supriadi kemudian mencoba usaha baru dengan membuat roti secara sederhana. Ia memulainya dari nol, menjalani proses tersebut sedikit demi sedikit hingga usahanya mulai berkembang.
Tak disangka, usaha yang awalnya dirintis dalam kondisi penuh keterbatasan tersebut kini justru menjadi sumber keberkahan baru bagi dirinya dan keluarga.
Supriadi yang dahulu sempat berduka karena kehilangan ratusan bebek, kini telah menjelma menjadi seorang pengusaha roti yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 10 karyawan.
“Saat itu saya merasa hancur. Kehilangan seratus ekor bebek yang menjadi penghasilan saya untuk menghidupi anak dan istri. Dari situ saya berpikir, menyerah bukan menjadi solusi. Dari nol saya bangkit kembali dan mencoba hal baru. Ternyata, apa yang saya jalani kini justru membawa berkah yang tak disangka-sangka,” ujar Supriadi dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan Supriadi menjadi gambaran bahwa musibah dan kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Terkadang, dari keadaan yang paling sulit justru muncul kesempatan untuk menemukan jalan baru.
Dengan kemauan untuk bangkit, keberanian mencoba hal baru, serta ketekunan dalam menjalani proses, Supriadi berhasil mengubah keterpurukan menjadi sebuah keberhasilan.
Musibah yang dahulu dianggap sebagai akhir segalanya, kini justru menjadi pintu pembuka menuju kehidupan yang lebih baik.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan











