JURNALSUKABUMI.COM – Arus bantuan untuk penyintas kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, belum surut. Dari Kabupaten Bogor, Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciguha River datang membawa bantuan logistik untuk warga yang masih bertahan di pengungsian.
Bantuan diangkut menggunakan tujuh unit mobil L300 yang berisi paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Rombongan langsung menuju lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Rombongan dipimpin Ketua KTH Ciguha River, H. Willy Suhendi, didampingi Wakil Ketua Pepeng Supendi, bersama unsur Forkopimcam Nanggung dan sejumlah tokoh masyarakat.
Wakil Ketua KTH Ciguha River, Pepeng Supendi, mengatakan bantuan tersebut lahir dari kepedulian terhadap warga Ciptamulya yang sedang berjuang bangkit setelah kebakaran melanda kampung adat mereka.
“Kami membawa paket sembako dan kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, rombongan juga berkeliling melihat langsung kondisi di lokasi terdampak. Mereka mengunjungi tenda pengungsian dan dapur umum yang hingga kini masih menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Pepeng berharap masyarakat tetap kuat menjalani masa pemulihan. Menurutnya, gotong royong dari berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting agar penyintas dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti semula.
“Semoga masyarakat Ciptamulya diberikan kesabaran dan kekuatan. Kami berharap akan ada jalan terbaik sehingga mereka bisa segera bangkit,” katanya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada 25 Juli 2026 menghanguskan 51 rumah dan 49 leuit. Selain itu, tiga fasilitas MCK, satu bangunan PAUD, satu masjid, dua lisung, dan enam warung turut terbakar. Sedikitnya 52 kepala keluarga atau 163 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut dan masih menjalani masa tanggap darurat.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











