JURNALSUKABUMI.COM – Liburan rombongan pelajar ke kawasan wisata Pantai Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi tragedi. Dua pelajar perempuan meninggal dunia setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Kapitol, Sabtu (18/7/2026) sore.
Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi membenarkan peristiwa nahas tersebut. Kedua korban diketahui bernama Wafa (13), pelajar kelas VIII SMP Al Hidayah asal Kadudampit, dan Kania Meisya Cahyani (15), siswi kelas X SMKN 1 Gunungguruh asal Cisaat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB, saat rombongan Drum Band Granada Kadudampit yang berjumlah sekitar 60 orang tiba di kawasan Pantai Kobeng untuk berekreasi.
Tak lama kemudian, enam orang, yakni Yuri, Wafa, Kania, Farhan, Melas, dan Pahri, berpindah dengan berjalan kaki menuju Pantai Kapitol.
Setibanya di lokasi, tiga pelajar laki-laki bermain air di lokasi yang cukup jauh. Sementara Yuri, Wafa, dan Kania lebih dulu bermain pasir sebelum akhirnya ikut berenang di bibir pantai.
Namun suasana santai itu berubah seketika ketika ombak besar datang secara tiba-tiba.
“Wafa dan Kania terseret ombak ke arah timur menuju kawasan batu karang. Awalnya saksi mengira mereka sedang bercanda karena sempat terlihat timbul tenggelam. Namun beberapa saat kemudian keduanya sudah tidak terlihat,” kata AKP Dadi.
Melihat kedua temannya hilang dari pandangan, Yuri berteriak meminta pertolongan dan berusaha mengejar. Nahas, ia juga sempat terseret arus sebelum akhirnya terdorong ombak kembali ke bibir pantai sehingga berhasil menyelamatkan diri.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung melakukan pencarian. Salah seorang saksi, Luken, kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Cisolok.
Sekitar pukul 15.50 WIB, personel kepolisian bersama warga tiba di lokasi. Tak lama berselang, tubuh Wafa ditemukan mengapung dan langsung dievakuasi. Hanya sekitar tiga menit kemudian, korban kedua, Kania, juga berhasil ditemukan.
Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun nyawa kedua pelajar tersebut tidak berhasil diselamatkan.
AKP Dadi mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Sukabumi, agar tidak mengabaikan potensi bahaya ombak besar yang dapat datang sewaktu-waktu.
“Pantai selatan memiliki karakter ombak yang kuat dan sulit diprediksi. Kami mengimbau seluruh pengunjung agar mematuhi peringatan petugas, tidak berenang di area berbahaya, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berwisata,” tegasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











