Dampak Refokusing, Jalan Rusak di Kota Sukabumi Belum Bisa Diperbaiki

Jumat, 5 Juni 2020 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Beberapa ruas jalan di Pusat Kota Sukabumi ditemukan masih banyak mengalami kerusakan, seperti hal nya yang terjadi di Jalan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Saat ini jalan tersebut mengalami kerusakan bahkan berlubang cukup parah, tak sedikit para pengguna jalan mengeluhkan dengan kondisi tersebut.

Namun, sepertinya rusak jalan itu tidak akan mengalami perbaikan terlebih dahulu. Pasalnya, kini anggaran yang di khususkan untuk perbaikan ulang jalan terhenti dan direfokusing untuk penanganan wabah covid-19.

Kabid Bina Marga Dinas Perhubungan, Kota Sukabumi, Luthfi menyampaikan. Perbaikan ulang jalan raya memang menjadi tanggung jawabnya. Namun, untuk saat ini belum dipastikan. Karena, seluruh anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) itu di gunakan untuk covid-19.

“Untuk penataan ulang termasuka di Jalan Raya Nyomplong kita masih menunggu kepastian anggaran karena semua anggaran kegiatan dialihkan untuk covid-19,” kata Luthfi kepada jurnalsukabumi.com, Jum’at (05/06/20).

Luthfi menjelaskan, untuk anggaran yang bersumber dari DAK sendiri hingga kini sudah tidak bisa dilaksanakan. Karena, sudah di alihkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sementara untuk
anggaran yang bersumber dari APDB masih menunggu keputusan di anggaran perubahan dan melihat situasi covid-19 di Kota Sukabumi.

“Untuk DAK sudah tidak bisa dilaksakana dananya sudah dialihkan ke penaganan covid oleh Kementrian Keuangan, kalau APBD menurut informasi ada di perubahan tapi belum pasti tergantung dari situasi wabah covidnya kalau bisa ditangani insayallah ada anggarannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, pendara yang melintas di ruas Jalan Nyomlpong, Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. mengeluhkan dengan kondisi jalan rusak dan berlubang.

Aspal jalan berlubang itu kurang lebih mencapai kedalaman 10 centimeter sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya roda dua yang melintas di area tersebut.

Kerusakan diduga disebabkan karena air hujan dan muatan kendaraan berlebih. Sehingga tekstur aspal menjadi rusak dan berlubang.

Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Bahkan tak jarang pengendara motor kecelakaan akibat terperosok lubang pada malam hari.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jaga Terumbu Karang hingga Biota Laut, Indonesia Power Perkuat Komunitas PENYU
HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan
Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:37 WIB

Jaga Terumbu Karang hingga Biota Laut, Indonesia Power Perkuat Komunitas PENYU

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Berita Terbaru