JURNALSUKABUMI.COM – Beberapa ruas jalan di Pusat Kota Sukabumi ditemukan masih banyak mengalami kerusakan, seperti hal nya yang terjadi di Jalan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Saat ini jalan tersebut mengalami kerusakan bahkan berlubang cukup parah, tak sedikit para pengguna jalan mengeluhkan dengan kondisi tersebut.
Namun, sepertinya rusak jalan itu tidak akan mengalami perbaikan terlebih dahulu. Pasalnya, kini anggaran yang di khususkan untuk perbaikan ulang jalan terhenti dan direfokusing untuk penanganan wabah covid-19.
Kabid Bina Marga Dinas Perhubungan, Kota Sukabumi, Luthfi menyampaikan. Perbaikan ulang jalan raya memang menjadi tanggung jawabnya. Namun, untuk saat ini belum dipastikan. Karena, seluruh anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) itu di gunakan untuk covid-19.
“Untuk penataan ulang termasuka di Jalan Raya Nyomplong kita masih menunggu kepastian anggaran karena semua anggaran kegiatan dialihkan untuk covid-19,” kata Luthfi kepada jurnalsukabumi.com, Jum’at (05/06/20).
Luthfi menjelaskan, untuk anggaran yang bersumber dari DAK sendiri hingga kini sudah tidak bisa dilaksanakan. Karena, sudah di alihkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sementara untuk
anggaran yang bersumber dari APDB masih menunggu keputusan di anggaran perubahan dan melihat situasi covid-19 di Kota Sukabumi.
“Untuk DAK sudah tidak bisa dilaksakana dananya sudah dialihkan ke penaganan covid oleh Kementrian Keuangan, kalau APBD menurut informasi ada di perubahan tapi belum pasti tergantung dari situasi wabah covidnya kalau bisa ditangani insayallah ada anggarannya,” imbuhnya.
Sebelumnya, pendara yang melintas di ruas Jalan Nyomlpong, Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. mengeluhkan dengan kondisi jalan rusak dan berlubang.
Aspal jalan berlubang itu kurang lebih mencapai kedalaman 10 centimeter sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya roda dua yang melintas di area tersebut.
Kerusakan diduga disebabkan karena air hujan dan muatan kendaraan berlebih. Sehingga tekstur aspal menjadi rusak dan berlubang.
Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Bahkan tak jarang pengendara motor kecelakaan akibat terperosok lubang pada malam hari.
Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan











