JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah daerah di Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas dalam memperkuat fondasi moral aparatur sipil negara (ASN). Bupati Asep Japar secara resmi mengukuhkan Forum Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) sebagai instrumen strategis untuk membangun birokrasi yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas tinggi berbasis nilai keagamaan.
Pengukuhan yang berlangsung di Pendopo Sukabumi, Selasa (5/5), menjadi sinyal kuat bahwa reformasi birokrasi di daerah tidak lagi sebatas administratif, melainkan menyentuh aspek mental dan spiritual aparatur. Forum ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Ade Suryaman untuk periode 2025–2030.
Ia menegaskan bahwa penguatan karakter ASN menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan berorientasi pada masyarakat. Ia menyebut, pendekatan religius menjadi bagian dari strategi besar dalam menciptakan aparatur yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
“Ini bukan sekadar forum keagamaan, tetapi gerakan perubahan. Kita ingin membangun aparatur yang tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga kuat secara moral,” tegasnya.
Forum MTA dirancang sebagai wadah konsolidasi, kajian, sekaligus ruang strategis untuk merumuskan pendekatan pembinaan ASN berbasis nilai spiritual. Pemerintah daerah menilai, selama ini pembinaan aparatur belum sepenuhnya menyentuh aspek internal yang memengaruhi integritas dalam bekerja.
Lebih jauh, Asep Japar menargetkan forum ini menjadi motor penggerak lahirnya inovasi dakwah yang relevan dengan dinamika kerja ASN modern. Program-program yang dihasilkan diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan mampu menjawab tantangan nyata di lingkungan birokrasi.
“Saya ingin forum ini hadir dengan pendekatan yang segar, menyejukkan, dan solutif. ASN harus mendapatkan ruang pembinaan yang kontekstual dengan tugas dan tanggung jawabnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, mengungkapkan bahwa pembinaan keagamaan bagi aparatur kini mulai disusun secara sistematis.
“Kurikulum pengajian telah dirancang lebih terstruktur dengan melibatkan penceramah berkompeten,” tambahnya.
Menurutnya, kurikulum tersebut akan terus dievaluasi secara berkala bersama Forum MTA guna memastikan efektivitas dan relevansinya terhadap kebutuhan ASN.
“Tentunya langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, responsif, dan berorientasi pelayanan, dengan fondasi nilai iman dan takwa sebagai pilar utamanya,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taufiq | Redaktur: Ujang Herlan












