JURNALSUKABUMI.COM – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, turut serta dalam mendorong “Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026” yang digelar di Aula Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini digelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU); dengan dihadiri langsung Ketua Divisi
Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota Sukabumi, Seni Soniansih; Narasumber lokal, Endang Kusnadi dan Ujang Mulyana; serta berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan hingga tokoh desa.
Dalam sambutannya, Hergun sapaan karib Heri Gunawan menegaskan pentingnya pendidikan pemilih sebagai fondasi utama dalam memperkuat demokrasi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas, mandiri, dan rasional.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pilar demokrasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan pemilih tidak hanya dilakukan saat pemilu, tetapi harus berkelanjutan,” ujarnya.
Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya ini juga menjelaskan bahwa sistem demokrasi Indonesia mengedepankan musyawarah mufakat sebagai nilai utama dalam pengambilan keputusan.
“Dalam konteks ketatanegaraan, kami juga turut memaparkan peran lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif, serta lembaga independen yang turut mendukung jalannya sistem demokrasi,” imbuhnya.
Sebagai anggota Komisi II DPR RI, Hergun menyoroti peran DPR dalam mendukung kinerja KPU melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia menyebutkan bahwa anggaran KPU pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp3,4 triliun sebagai bentuk komitmen negara dalam memperkuat penyelenggaraan pemilu.
Selain itu, DPR RI saat ini tengah menyusun revisi Undang-Undang Pemilu sebagai dasar hukum menuju Pemilu 2029. Beberapa isu krusial yang dibahas antara lain sistem pemilu legislatif, penghapusan presidential threshold, hingga digitalisasi tahapan pemilu.
Dalam evaluasinya terhadap Pemilu Serentak 2024, Legislator Senayan tiga periode ini mengungkapkan sejumlah tantangan, mulai dari persoalan teknologi informasi, akurasi data pemilih, distribusi logistik, hingga maraknya praktik politik uang. Ia menilai bahwa meskipun pemilu telah berjalan secara prosedural, kualitas demokrasi substantif masih perlu ditingkatkan.
Lebih lanjut, Hergun menekankan bahwa pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan literasi politik masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam pemilu mendatang.
“Kita berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab demi masa depan demokrasi Indonesia,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Mahasiswa Pasca Doktor di Universitas Brawijaya ini mengapresiasi langkah KPU dalam menyelenggarakan pendidikan politik yang berkelanjutan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara luas dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Ia optimistis bahwa melalui sinergi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat, target peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia serta suksesnya Pemilu Serentak 2029 dapat tercapai.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber lokal seperti Teddy Setiadi dari Desa Sukaresmi dan Embut Mugia Dirahmat dari Desa Mekarsari, serta dihadiri oleh relawan Manuk Dadali dan tokoh masyarakat setempat.
Redaktur: Ujang Herlan












