H+2 Lebaran, Antrean Jalur Wisata Palabuhanratu Mengular, Waktu Tempuh Tembus 4 Jam

Senin, 23 Maret 2026 - 13:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Euforia libur panjang Idulfitri berubah menjadi ujian kesabaran bagi ribuan wisatawan yang memadati jalur menuju kawasan pantai selatan Sukabumi, Senin (23/3/2026). Lonjakan kendaraan pada H+2 Lebaran membuat akses menuju Palabuhanratu nyaris lumpuh total.

Sejak pagi, arus kendaraan terus mengalir tanpa jeda dari arah Kota Sukabumi hingga wilayah selatan. Namun, kapasitas jalan yang terbatas tak mampu menampung derasnya gelombang wisatawan. Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan, bahkan waktu tempuh membengkak hingga empat jam.

Kepadatan paling parah terjadi di sepanjang ruas Jalan Kidang Kencana hingga pusat kota. Barisan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular tanpa celah, bergerak perlahan bahkan kerap terhenti total di sejumlah titik.

Seorang pengendara motor, Andi (27), mengaku perjalanan yang biasanya singkat berubah menjadi perjalanan melelahkan. Ia bersama rombongan harus menahan laju selama berjam-jam di tengah padatnya jalur wisata.

“Berangkat pagi, tapi baru sampai siang. Macetnya luar biasa, hampir di semua titik padat,” ujarnya saat beristirahat di pinggir jalan.

Kondisi serupa dirasakan Rina (28), warga Bantargadung yang ikut berwisata bersama keluarga. Ia harus bertahan di kendaraan terbuka di bawah terik matahari, di tengah antrean panjang yang nyaris tak bergerak.

“Biasanya cepat, sekarang jadi sangat lama. Panas dan macetnya terasa sekali,” ungkapnya.

Ledakan volume kendaraan ini dipicu tingginya minat masyarakat mengunjungi destinasi unggulan seperti Pantai Karanghawu hingga kawasan Pantai Sawarna. Momen libur Lebaran dimanfaatkan penuh oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Di lapangan, sejumlah titik simpul seperti Simpang Bagbagan, Batusapi, hingga Gunung Butak menjadi pusat kepadatan. Petugas kepolisian bersama instansi terkait tampak berjibaku melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean yang terus memanjang.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, volume kendaraan yang terus berdatangan membuat penanganan berjalan tidak mudah. Arus lalu lintas cenderung stagnan, terutama pada jam-jam puncak.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

MRC No One Knows Jelajahi Sukabumi, dari Rakit Bambu hingga Pesisir Palabuhanratu
Touring Lintas Selatan Bupati Sukabumi, Enam Titik Disambangi Bawa Bakti Sosial dan Bantuan
Expo HJKS ke-156 Berakhir, Pesta Rakyat Masih Menghibur Warga Hingga 20 September
Dari Perebut Kujang hingga Bola Seuneu, Sajian Kolosal Antar Opening Sukabumi Expo 2026
Retribusi Jalan, Dermaga Terbengkalai, HNSI Soroti Pendangkalan Dermaga Palabuhanratu
Sirkuit Cibayawak Resmi Dibuka, 60 Pembalap Jabar-Banten Adu Nyali di Jampangkulon
Panen Durian Cikakak Membludak, Petani Minta HJKS ke-156 Jadi Momentum Festival
Dari Nyi Roro Kidul hingga Superhero, Puluhan Ribu Meriahkan Karnaval Palabuhanratu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:17 WIB

MRC No One Knows Jelajahi Sukabumi, dari Rakit Bambu hingga Pesisir Palabuhanratu

Sabtu, 19 September 2026 - 14:53 WIB

Touring Lintas Selatan Bupati Sukabumi, Enam Titik Disambangi Bawa Bakti Sosial dan Bantuan

Minggu, 13 September 2026 - 22:16 WIB

Expo HJKS ke-156 Berakhir, Pesta Rakyat Masih Menghibur Warga Hingga 20 September

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Dari Perebut Kujang hingga Bola Seuneu, Sajian Kolosal Antar Opening Sukabumi Expo 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WIB

Retribusi Jalan, Dermaga Terbengkalai, HNSI Soroti Pendangkalan Dermaga Palabuhanratu

Berita Terbaru