Aksi Ke-8 GMNI di Balai Kota Sukabumi: Beri Kartu Merah untuk Pemerintah Kota

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menggelar demonstrasi di Balai Kota Sukabumi, Kamis (12/3/2026).

Pantauan di lokasi, para demonstran tiba sekitar pukul 15:00 WIB. Mereka bergerak dengan jalan kaki dari arah barat Jalan R Syamsudin.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan,”Evaluasi 1 tahun Wali Kota Sukabumi, Bubarkan TKPP” dan “Manipulasi data demi kekuasaan. Kartu Merah untuk Pemkot”.

Para demonstran langsung menuju pintu masuk utama di sebelah timur yang sudah dijaga petugas Polres Sukabumi Kota.

Beberapa demonstran terlihat menempelkan berbagai lembaran atau poster.

Selanjutnya, di antara demonstran langsung berorasi dengan menggunakan pengeras suara (megaphone). Sesekali ditimpali dengan meneriakkan “Semakin ditekan semakin melawan”.

“Kami datang ke sini untuk ke delapan kalinya, dan saat ini momentum setahun kepemimpinan Wali Kota Sukabumi untuk dievaluasi,” teriak seorang demonstran dalam orasinya.

Setengah jam di depan pintu masuk, massa demonstrasi GMNI belum ada pejabat Pemerintah Kota Sukabumi yang menemui. Akhirnya massa aksi meminta masuk ke dalam Balai Kota Sukabumi.

Mendapatkan peluang, dengan pengawalan dan pengamanan petugas kepolisian, massa demonstran merangsek masuk sampai teras gedung Balai Kota Sukabumi.

Pada kesempatan ini, massa demonstran diterima Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum (Asda III) Setda Kota Sukabumi, Imran Whardani.

Di lokasi ini, para demonstran kembali berorasi silih berganti menyampaikan aspirasi, dan kritik serta evaluasi kinerja kepemimpinan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru