Kapolda Jabar Tinjau Kesiapan Pengamanan Nataru di Sukabumi, Pantai Karanghawu Jadi Prioritas

Senin, 8 Desember 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan meninjau langsung kesiapan jajaran Polres Sukabumi beserta unsur pengamanan lainnya.

Peninjauan dilakukan di wilayah perbatasan Jawa Barat–Banten serta kawasan wisata Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (8/12/2025).

Dalam kunjungannya, Kapolda memastikan seluruh personel dan sarana pendukung pengamanan siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan kunjungan.

Irjen Rudi juga memaparkan hasil pemetaan kerawanan menjelang Nataru. Ia mengaku telah memantau sejumlah wilayah di Jawa Barat, baik di daerah utara maupun selatan, untuk memastikan kesiapan pengamanan secara menyeluruh.

Menurut Rudi, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi wisata laut yang besar sehingga pengamanan di wilayah pantai menjadi prioritas utama.

“Ada beberapa tempat yang menjadi konsentrasi kerawanan. Tentunya Kabupaten Sukabumi dengan potensi lautnya ini kita prioritaskan untuk pengamanan saat liburan nanti, khususnya kunjungan wisata. Pantai Karanghawu salah satunya yang menjadi prioritas,” ujar Rudi di lokasi.

Pengamanan difokuskan pada keselamatan wisatawan, pengaturan arus lalu lintas, serta antisipasi potensi kecelakaan laut.

Selain wisata, Kapolda juga menyoroti potensi kerawanan berupa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Namun, menurutnya, Kabupaten Sukabumi relatif aman dari risiko kepadatan ekstrem karena tidak dijadikan jalur utama alternatif arus mudik maupun balik.

“Yang rawan macet dan kecelakaan itu di beberapa titik seperti Nagrek, Cirebon, dan sejumlah ruas jalan tol. Kalau di Kabupaten Sukabumi untuk Nataru tidak terlalu, karena bukan jalur alternatif utama,” jelasnya.

Tak hanya itu, Rudi juga mengingatkan potensi gangguan kriminalitas yang bisa terjadi di mana saja saat momentum libur panjang. Ia menegaskan seluruh jajaran kepolisian telah disiapkan untuk melakukan patroli dan pengamanan intensif.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah bencana alam, mengingat wilayah Sukabumi sempat mengalami longsor dan banjir bandang dalam beberapa waktu terakhir.

“Kriminalitas di semua tempat tetap berpotensi terjadi. Dan yang terakhir adalah bencana alam. Beberapa waktu lalu terjadi longsor dan banjir bandang. Ini perlu diantisipasi. Tadi sudah saya bicarakan dengan Pak Bupati dan Wakil, kita akan berkolaborasi untuk melindungi masyarakat,” tambah Rudi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru