Cak Imin Tinjau Lokasi Bencana di Sukabumi, Dorong Perlindungan Sosial Adaptif dan Gotong Royong Nasional

Kamis, 27 November 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/11/2025).

Kehadiran pria yang akrab disapa Cak Imin ini menjadi bentuk komitmen kuat pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya didampingi, anggota DPR-RI Zainul Munasichin, beserta Dewan PKB Provinsi dan Kabupaten Sukabumi, Cak Imin menegaskan bahwa penanganan bencana di Sukabumi menjadi model percontohan kolaborasi cepat antara pemerintah, swasta, lembaga, dan masyarakat.

Ia menyoroti bagaimana rumah bagi korban longsor dapat dibangun dalam waktu singkat berkat sinergi berbagai pihak.

“Ini adalah salah satu contoh kerja sama pemerintah dengan dunia usaha, masyarakat, lembaga, dan para relawan. Dalam waktu singkat, rumah untuk korban longsor bisa dibangun. Ini bukti bahwa gotong royong adalah kekuatan utama bangsa kita,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Cak Imin juga menjadikan momentum bencana ini sebagai penguatan perlindungan sosial adaptif, sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 202 dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, konsep perlindungan sosial adaptif mencakup seluruh aspek kehidupan korban, mulai dari identitas kependudukan, bantuan sosial, iuran perlindungan, hingga jaminan sosial lainnya agar seluruh kebutuhan warga terdampak dapat tertangani secara menyeluruh dan cepat.

“Perlindungan sosial adaptif ini tidak hanya membantu yang sudah miskin, tetapi juga mencegah masyarakat yang terdampak bencana jatuh ke jurang kemiskinan baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya diterapkan di Sukabumi, namun juga akan diperluas ke berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia. Pemerintah pusat, kata dia, terus bergerak lintas kementerian dalam koordinasi penanganan bencana di berbagai daerah, baik di Sumatera, Jawa, hingga wilayah lain seperti Semeru.

Dalam hal penanganan bencana, Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki tahapan yang jelas, dimulai dari tanggap darurat, dilanjutkan dengan penanganan oleh BNPB dan Kementerian Sosial, kemudian rehabilitasi serta rekonstruksi yang melibatkan Kementerian PUPR dan pemerintah daerah.

“Semua sudah berjalan sesuai tahapan. Dari tanggap darurat, kemudian rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini kerja bersama antara pusat, daerah, dan seluruh stakeholder,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Cak Imin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan, mulai dari perbankan Himbara, PNM, para istri anggota DPR, hingga pimpinan DPR yang ikut bergotong royong membantu masyarakat terdampak.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa kita atasi jika kita bekerja bersama, bergotong royong, dan saling menguatkan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:23 WIB

Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru