Telaah Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Naskah Naratif tentang Ketimpangan dan Solidaritas Profesi

Selasa, 25 November 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Iwa Kartiwa, S.Pd.I (Guru SD di Kabupaten Sukabumi)

Setiap tanggal 25 November, gema Hari Guru Nasional (HGN) menyeruak, membawa serta sanjungan atas jasa para pendidik. Kita merayakan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” sambil mengenang Ki Hajar Dewantara. Namun, di balik seremonial dan pujian, terhampar realitas pahit yang membelah nasib para pengabdi ilmu menjadi dua jurang. HGN 2025 seharusnya menjadi momen hening untuk menelaah: Mengapa ada guru yang hidup nyaman di usia senja, sementara yang lain dipaksa berhenti tanpa bekal?

1. Ketimpangan Status dan Kisah Pilu di Lapangan

Fenomena ketimpangan nasib guru kini mencapai titik kritis, memisahkan secara kejam antara Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan, yang paling rentan, guru honorer.

Tragedi Guru Honorer yang “Dipensiunkan Sistem”

Guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun—mengorbankan masa muda dan kesejahteraan demi mencerdaskan bangsa—dihentikan oleh usia. Mereka adalah korban sistem yang terlambat mengakui. Setelah menginjak batas usia pensiun, mereka dipaksa keluar dari profesi tanpa jaminan pensiun yang layak. Ini bukan sekadar berakhirnya masa kerja; ini adalah penyingkiran yang brutal dan tidak adil.

PPPK: Status ASN Nomor Dua Tanpa Jaminan Hari Tua

Kehadiran guru PPPK sempat menjadi angin segar, menjanjikan kepastian status. Namun, realitasnya menyakitkan. Guru PPPK di banyak tempat merasa menjadi ASN nomor dua. Mereka bekerja dengan beban dan profesionalisme yang setara dengan PNS, tetapi dibedakan dalam hak fundamental: tidak adanya jaminan pensiun dan hak – hak lainnya.

Kisah-kisah pilu guru PPPK yang meninggal dunia saat masih aktif tanpa meninggalkan uang pensiun bagi keluarga adalah noda hitam pada sistem pendidikan kita. Ini menciptakan kelas ASN di mana hak dan martabat diukur dari jenis kepegawaian.

PPPK Paruh Waktu: Ketidakpastian Baru: Wacana dan implementasi PPPK paruh waktu menambah lapisan ketidakpastian. Gaji dan kepastian status bagi guru paruh waktu masih menjadi teka-teki, membuat mereka bekerja dalam kecemasan finansial yang berkelanjutan.

2. Ketiadaan Solidaritas: Organisasi Profesi yang “Laksana Sate”

Dalam menghadapi ketidakadilan yang sistematis ini, peran organisasi profesi guru (OPG) menjadi krusial. Sayangnya, fenomena yang terjadi justru sebaliknya.

Fenomena organisasi guru saat ini dapat diibaratkan “Laksana Sate”:

Parsialisme Kepentingan: Potongan-potongan daging sate (para guru) sejatinya berasal dari bahan yang sama, yakni profesi guru. Namun, mereka ditusuk dan dipisahkan oleh tusuk sate (organisasi) berdasarkan kepentingan kelompok sempit. Organisasi profesi terkesan hanya bergerak reaktif ketika kepentingan kelompoknya sendiri terusik atau tidak terakomodir. Isu guru honorer atau PPPK yang berbeda organisasi kerap kurang mendapatkan dukungan maksimal.

Posisi Organisasi Profesi: Dalam isu krusial seperti jaminan pensiun PPPK atau nasib guru honorer, posisi OPG seharusnya adalah garda terdepan yang satu suara. Alih-alih menyatukan, parsialisme membuat kekuatan tawar guru melemah di hadapan pembuat kebijakan. Perpecahan ini adalah ironi terbesar dalam semangat keprofesian.

3. Tembok Keangkuhan dan Kode Etik yang Membungkam Kepedulian

Satu lagi isu yang merobek nurani adalah sikap ASN PNS terhadap rekan sejawat mereka, baik honorer maupun PPPK. Banyak guru PNS yang terkesan menjaga jarak dan tidak menunjukkan kepedulian yang berarti terhadap nasib pahit rekan-rekan mereka.

Alasannya seringkali adalah “Takut Kena Kode Etik” atau takut bermasalah dengan atasan. Ketakutan ini menjadi tembok keangkuhan yang tak terlihat, membungkam suara hati dan menghilangkan solidaritas.

Solidaritas adalah Urat Nadi: Profesi guru menuntut kesamaan rasa dan perjuangan

Ketika guru PNS—yang relatif sudah mapan secara status dan jaminan—enggan bersuara demi hak dasar rekan mereka yang rentan, maka Solidaritas profesional itu telah mati. Rasa senasib sepenanggungan luntur oleh pragmatisme status kepegawaian.

Penutup:

Merenungi Makna Sejati Pahlawan

Pada HGN 2025 ini, kita harus jujur mengakui bahwa gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” terasa hampa ketika sistem dan bahkan sesama rekan seprofesi gagal memberikan jaminan hidup yang bermartabat.

Peringatan Hari Guru Nasional harusnya bukan sekadar perayaan, melainkan Seruan Moral dan Aksi Nyata.

Pemerintah harus segera meninjau ulang regulasi PPPK agar mencakup hak pensiun yang setara dengan PNS.

Organisasi Profesi harus mencabut tusuk sate parsialisme, melebur kepentingan, dan menjadi satu suara untuk semua status guru.

Semua Guru, dari PNS hingga Honorer, harus menghancurkan tembok ketakutan dan membangkitkan kembali Solidaritas sebagai satu keluarga besar pendidik bangsa.

Hanya ketika ketimpangan ini diakhiri, dan solidaritas professional ditegakkan, barulah kita bisa dengan lantang dan tulus menyerukan:

Hidup Guru! Hidup Guru!

Solidaritas! Yess!. (*).

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam