Air Naik hingga Leher, Toa Masjid Jadi Penyelamat Warga dari Maut Banjir Bandang

Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepedulian dan kecepatan warga dalam memberikan peringatan dini menjadi penyelamat ratusan jiwa saat banjir bandang menerjang Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Meski ratusan rumah porak poranda air naik hingga setinggi leher dalam hitungan menit, tak ada satu pun korban jiwa berkat war-war atau pengumuman darurat yang dilakukan melalui toa masjid dan ketukan pintu dari rumah ke rumah.

Yayang Maulana Yusuf, salah satu pemuda yang turut melakukan penyelamatan warga, menceritakan detik-detik mencekam saat tanggul Sungai Cisolok jebol.

“Hujan turun mulai jam 2.30 dini hari, makin deras sekitar jam 3.40. Kami melihat air sudah melampaui jembatan. Berdasarkan pengalaman, kami langsung cek tanggul yang biasa jebol. Ternyata benar, tanggul itu jebol dan air masuk sangat cepat,” jelas Yayang.

Tanpa menunggu instruksi dari pihak manapun, para pemuda bergerak cepat. Mereka membunyikan peringatan darurat lewat pengeras suara masjid dan berkeliling mengetuk pintu rumah warga, meminta semua segera mengungsi ke tempat lebih tinggi.

“Dalam waktu 10 menit air sudah naik setinggi leher. Kalau tidak segera diungsikan, mungkin ceritanya akan lain,” ujarnya.

Yayang sendiri ikut terdampak banjir. Ia menyaksikan arus deras menghantam permukiman, menggulung motor, perabot, hingga merobohkan tembok rumah warga. Namun berkat langkah cepat itu, ratusan jiwa berhasil selamat.

Banjir bandang terjadi kurang dari satu jam, namun meninggalkan kerusakan besar. Sedikitnya 15 rumah di RW 01 Desa Cikahuripan hancur total, sementara ratusan lainnya terendam lumpur setinggi dada orang dewasa.

“Rumah-rumah yang jebol tidak bisa dibersihkan karena penuh puing. Sementara warga lain yang terdampak lumpur terpaksa mengungsi, tapi hari ini terkendala air bersih,” papar Yayang.

Saat ini, warga sangat membutuhkan Air bersih, Makanan siap saji dan air minum, Obat-obatan, Pakaian layak pakai dan Perlengkapan sekolah anak.

“Sampai pagi ini saya hanya mendapatkan air minum dari relawan. Semoga pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan,” tutup Yayang.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB