JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan mengadakan pembinaan manajemen kualitas air bagi budidaya ikan lele di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Kegiatan ini merupakan bagian upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa kualitas air merupakan faktor utama keberhasilan dalam budidaya ikan.
Lingkungan air yang sehat dan stabil sangat menentukan pertumbuhan serta kualitas ikan. Pengelolaan kualitas air harus menjadi perhatian utama dalam kegiatan budidaya,” ujar Nunung dalam keterangannya, Selasa (17/06/2025).
Menurutnya, kualitas air yang buruk dapat menyebabkan stres pada ikan, meningkatkan risiko penyakit, serta berdampak pada penurunan produktivitas dan nilai jual.
Desa Wangunreja dipilih sebagai lokasi pembinaan karena dikenal sebagai salah satu kawasan unggulan perikanan, khususnya untuk budidaya ikan lele.
“Dalam pembinaan ini, pembudidaya diberikan pemahaman mengenai kontrol parameter kualitas air, seperti pH, suhu, oksigen terlarut, dan kadar amonia,” jelasnya.
Selain itu, pembinaan juga mencakup pengelolaan sistem filtrasi dan sirkulasi air serta upaya mengendalikan limbah dan bahan kimia agar tidak mencemari lingkungan budidaya.
“Dengan kualitas air yang terjaga, produktivitas meningkat, risiko penyakit menurun, dan kualitas ikan menjadi lebih baik. Ini tentu berdampak pada nilai jual dan daya saing produk perikanan kita,” lanjut dia.
Langkah ini selaras dengan penerapan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), sebagai standar dalam usaha perikanan modern.
Pihaknya berharap, para pembudidaya semakin menyadari pentingnya pengelolaan kualitas air dan menjadikannya bagian integral dari rutinitas budidaya.
“Ini adalah investasi jangka panjang demi keberlanjutan dan keuntungan usaha perikanan,” tutupnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












