JURNALSUKABUMI.COM – Selama tiga hari, Palabuhanratu akan menjadi panggung bagi seni, budaya, kreativitas, hingga ekonomi kreatif melalui PLARA FEST 2026. Festival yang digelar pada 7–9 Agustus 2026 itu dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk menampilkan potensi lokal Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua PLARA FEST 2026 yang juga Ketua Komunitas Sanggar Seni Palabuhanratu (KSSP), Saepul Hamdi, mengatakan festival ini bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang apresiasi bagi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif agar semakin dikenal masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 7 Agustus dengan berbagai aktivitas yang menyasar anak-anak dan keluarga. Pengunjung dapat mengikuti lomba fashion show, lomba mewarnai, serta menikmati Ruang Kreasi, area interaktif yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif untuk mengembangkan bakat serta imajinasi peserta.
Memasuki 8 Agustus, PLARA FEST akan menampilkan wajah budaya Palabuhanratu melalui Pagelaran Seni Budaya yang melibatkan sekitar 20 sanggar seni yang tergabung dalam KSSP. Berbagai tari tradisional dan tari kreasi akan dipentaskan sebagai upaya menjaga sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Pagelaran budaya tersebut akan diawali dengan atraksi Barongsai sebagai simbol keberagaman dan kebersamaan. Di kawasan festival, masyarakat juga dapat mengunjungi stand UMKM, bazar murah, serta beragam produk unggulan lokal yang dihadirkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Puncak kemeriahan akan berlangsung pada 9 Agustus melalui Festival Musik yang menghadirkan musisi dan band lokal. Malam penutupan akan semakin semarak dengan penampilan spesial Kuburan Band dan Remember of Today yang dijadwalkan tampil di panggung utama.
Menurut Saepul Hamdi, PLARA FEST diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Festival ini menjadi wadah kolaborasi antara pelaku seni, komunitas, UMKM, dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat potensi lokal, memperkuat identitas budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











