JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi merespon keluhan nelayan di wilayah Minajaya, yang berada di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, terkait merosotnya harga jual Benih Bening Lobster (BBL) atau yang dikenal benur.
Keluhan ini disampaikan langsung para nelayan saat menerima kunjungan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.
Kunjungan itu dilakukan setelah rombongan Dinas menghadiri sosialisasi perizinan tambak udang oleh PT Berkah Semesta Maritim (BSM) di Desa Buniwangi, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perikanan bersama sejumlah pejabat bidang teknis.
Nelayan keluhkan kondisi penjualan BBL yang dihargai Rp 800 per ekor dinilai sangat tidak layak dan memberatkan para nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan tersebut.
“Permintaan untuk menemui kami datang dari HNSI Minajaya. Saat tiba, nelayan sudah menunggu dan langsung menyampaikan berbagai aspirasi, terutama soal harga BBL yang dinilai tidak berpihak kepada nelayan,” ujar Nunung Nurhayati, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, dalam keterangannya, Jumat (13/06/2025).
Dalam pertemuan tersebut, kata Nunung nelayan mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap sistem mata rantai pemasaran BBL dapat dibenahi, agar nelayan tidak terus dirugikan oleh tengkulak atau perantara.
Para nelayan juga mengusulkan dibentuknya koperasi atau badan usaha milik nelayan untuk memperkuat posisi tawar di pasar.
“Harapan mereka, harga BBL di tingkat nelayan bisa adil, tidak dipermainkan tengkulak, nelayan juga meminta agar ada pembinaan dan fasilitas pemasaran langsung ke pembeli besar,” terang dia.
Tidak hanya itu, lanjut Nunung, para nelayan juga meminta peninjauan kembali terhadap kuota tangkapan BBL yang saat ini dinilai tidak sebanding dengan potensi dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Para nelayan berharap kuota bisa ditambah secara proporsional agar pendapatan mereka meningkat.
“Terkait rencana pembangunan tambak udang oleh PT BSM, nelayan menyatakan dukungan bersyarat. Mereka menginginkan adanya pembangunan dermaga di Minajaya dan tempat labuh perahu di wilayah Cicaladi, sebagai kompensasi dan penunjang aktivitas nelayan setempat,” sambung dia.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












