BKPSDM Pastikan Kejelasan Nasib Honorer R2 dan R3: Diangkat Tanpa Tes Ulang

Minggu, 13 April 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah kekhawatiran ribuan tenaga honorer yang belum lolos seleksi PPPK, kabar baik datang dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi.

Kepala BKPSDM, Teja Sumirat, memastikan bahwa tenaga honorer kategori R2 dan R3 tidak perlu mengikuti tes ulang untuk menjadi ASN.

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025, yang mengatur skema pengangkatan honorer R2 dan R3 menjadi PPPK paruh waktu terlebih dahulu, lalu berproses menuju PPPK penuh waktu.

“Mereka tidak perlu khawatir. Proses ini memang bertahap, tapi yang penting, mereka yang sudah masuk dalam database BKN akan diangkat. Tidak ada tes ulang,” tegas Teja beberapa hari lalu.

BKPSDM mencatat ada 4.880 tenaga honorer R3 yang belum lulus seleksi 2024, namun telah masuk dalam database resmi BKN per 1 Januari 2022.

Mereka terdiri dari 2.220 tenaga pendidikan, 709 tenaga kesehatan, dan 1.951 tenaga teknis. Sementara itu, dari formasi PPPK dan CPNS tahun 2024, terdapat 1.192 orang yang sudah pasti akan diangkat mulai 1 Juli 2025.

Langkah BKPSDM ini mendapat perhatian luas karena menyentuh langsung ke nasib ribuan pegawai non-ASN yang selama ini berjasa, namun kerap terombang-ambing oleh kebijakan nasional yang berubah-ubah.

Lebih jauh, Teja mengungkap bahwa tantangan utama dalam percepatan pengangkatan honorer menjadi PPPK penuh waktu adalah keterbatasan anggaran daerah, mengingat belanja pegawai tidak boleh melampaui 30% dari APBD sesuai regulasi.

Namun, pihaknya telah mengusulkan mekanisme afirmatif berbasis masa kerja ke Kemenpan-RB sebagai bentuk penghargaan bagi honorer yang telah lama mengabdi. Hal ini diharapkan menjadi jalan tengah agar keadilan tetap ditegakkan tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan.

“Kami optimis. Kuncinya adalah kehati-hatian dan keadilan. R2 dan R3 akan diangkat, cepat atau lambat. Kita dorong dengan sistem zero growth agar tetap sesuai kemampuan daerah,” tambah Teja.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Wagub Jabar Erwan Targetkan Terminal Tipe B Palabuhanratu Rampung Dibenahi Akhir 2026
HUT ke-64, Yonarmed 13/Nanggala Baksos di Perbatasan RI-Malaysia
Hashim Lantik Srikandi Jaga Desa, SMSI Jadi Mitra Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:26 WIB

Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:13 WIB

Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru