Apindo Kota Sukabumi Soroti Kebijakan Tarif Impor AS

Rabu, 9 April 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kebijakan tarif impor secara global dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terhadap Indonesia sebesar 32 persen turut menjadi perhatian bagi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Sukabumi.

Pasalnya, industri padat karya yang ada di Kota Sukabumi saat ini masih mengandalkan Amerika Serikat sebagai salah satu negara tujuan utama untuk pasar ekspor.

“Itu pasti akan ada dampak terutama yang ekspor pasti yang dikenakannya yang masuk ke Amerika. Itu akan sangat terdampak,” kata Ketua Apindo Kota Sukabumi Ashady Sugiarto, Rabu (09/04/2025).

Kebijakan tersebut menurutnya memiliki dampak serius berupa ancaman pemangkasan tenaga kerja di industri padat karya. Sebab, dengan adanya tarif yang dipatok sebesar 32 persen berpotensi mengurangi jumlah produksi barang untuk diekspor ke Amerika Serikat.

“Kalau itu (PHK massal) pasti secara umum karena investor rata-rata padat karya yang ada di Indonesia itu kan investor investasi dari luar terutama Taiwan, Cina, Korea. Nah kalau sudah dihantam kebijakan yang menurut kami pengusaha, ini sangat memberatkan,” ujarnya

“Pasti ujung-ujungnya investor tersebut akan mengurangi berpikir untuk ekspor ke Amerika akhirnya. Sementara industri yang ada di Indonesia itu rata-rata masih flownya ke Amerika. Dampaknya akan terjadi pengurangan (tenaga kerja) besar,” sambung dia.

Selain itu, beberapa bahan baku yang didatangkan impor untuk industri padat karya di Kota Sukabumi berpotensi mengalami kenaikan dengan adanya kebijakan dari Donald Trump tersebut.

“Mungkin impornya, dengan ada kebijakan seperti itu dia akan menaikkan tarif harga jualnya ke Indonesia. Kan terdampak semua,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini industri padat karya di Kota Sukabumi yang terancam terdampak kebijakan tersebut adalah PT Great Apparel Indonesia dan PT Saga Multi.

Dia berharap, Pemerintah Indonesia segera melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat supaya Indonesia diberi keringanan dari kebijakan tarif resiprokal.

“Mudah-mudahan seperti itu sih ceritanya, dari pemangku Pemerintah Indonesia ini lobinya bisa lebih menguat artinya bisa mengurangi persentase yang ditetapkan oleh Amerika Serikat,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Bahas Skema Dukungan Pendidikan
Hari Lahir Pancasila, Hergun: Bumikan Nilai Ideologi di Kehidupan Nyata
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi
Sang “Predator”, Sapi Kurban Prabowo Siap Disembelih di Sukabumi
Hergun Sebut Pernyataan Presiden Prabowo Soal ‘Desa Tak Pakai Dolar’: Fundamental Indonesia Kuat
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:49 WIB

PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Bahas Skema Dukungan Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:16 WIB

Hari Lahir Pancasila, Hergun: Bumikan Nilai Ideologi di Kehidupan Nyata

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WIB

Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:13 WIB

Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi

Berita Terbaru