JURNALSUKABUMI.COM – Guna menekan keberadaan travel gelap, petugas gabungan melakukan razia di beberapa titik strategis, termasuk di ruas Jalan A. Yani hingga Jajaway, Kecamatan Palabuhanratu.
Pantauan di lapangan hingga pukul 19.30 WIB, petugas menghentikan kendaraan pribadi yang membawa penumpang untuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan travel gelap.
Pemeriksaan dilakukan di titik-titik tertentu, seperti di simpang lampu merah, guna mendata dan mengidentifikasi kendaraan yang beroperasi tanpa izin. Tak hanya kendaraan roda empat, pengendara motor yang melanggar aturan lalu lintas, seperti tidak memakai helm atau menggunakan knalpot brong, turut ditindak.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Sukabumi, Asep Sumantri, mengungkapkan bahwa razia ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah dilaksanakan di wilayah Bagbagan.
“Hari ini kita kembali melaksanakan operasi di depan Pemadam. Ini bagian dari upaya antisipasi terhadap kendaraan yang beroperasi sebagai travel gelap,” ujarnya, Jumat malam (7/2/2025).
Sejak operasi dimulai, total 11 kendaraan telah ditindak. “Kemarin ada empat kendaraan yang diamankan, hari ini bertambah tujuh kendaraan. Ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan bersama pihak kepolisian,” tambah Asep.
Menurut Asep, salah satu cara mendeteksi travel gelap adalah dengan melihat kondisi kendaraan, seperti jumlah penumpang yang penuh hingga bagasi yang terisi banyak barang.
“Biasanya, travel gelap ini mengangkut penumpang melebihi kapasitas normal kendaraan pribadi. Itulah yang menjadi indikasi awal bagi petugas dalam melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Dengan semakin masifnya operasi ini, muncul isu bahwa kelompok tertentu yang terlibat dalam bisnis travel gelap berencana melakukan aksi protes. Namun, pihak Dishub dan kepolisian menegaskan akan tetap menjalankan tugas dengan pengawasan ketat di lapangan.
“Kami sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Operasi ini akan terus berjalan untuk menertibkan transportasi ilegal yang merugikan masyarakat dan mengancam keselamatan penumpang,” tandas Asep.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












