JURNALSUKABUMI.COM – Jumlah museum di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan akibat pandemi COVID-19 lalu. Sebelum pandemi, terdapat 512 museum di seluruh Indonesia, kini 500 museum lebih kondisinya terbengkalai dan terkendala.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana yang juga menyampaikan aspirasinya kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat Seminar Kebudayaan dan Pembukaan Festival Maen Bola Leungeun Seuneu (Boles) sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) tingkat nasional di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Rabu (29/1/2025).
“Kami bersama Menteri Kebudayaan, bersama-sama membuat database yang akurat mengenai permuseuman di Indonesia,” kata Putu.
Putu menjelaskan, sebagian besar museum terkonsentrasi di pulau Jawa, sehingga perlu adanya upaya untuk menyeimbangkan keberadaan museum di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, Kehadiran museum sangat penting untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah peradaban bangsa.
“Asosiasi Museum Indonesia telah menyampaikan aspirasi mereka selama lebih dari 20 tahun, dan akhirnya terwujud dengan dibentuknya Kementerian Kebudayaan,” jelasnya.
Beberapa poin penting yang menjadi aspirasi AMI antara lain, mendorong Indonesia menjadi negara dengan ribuan museum. Namun hal tersebut harus ditunjang dengan adanya payung hukum untuk museum dan omnibus kebudayaan, serta anggaran komprehensif dari APBN untuk kebudayaan dan museum.
AMI terus merangkul semua komunitas seniman, budayawan, museum, pecinta, dan pejuang permuseuman serta kebudayaan agar menjadikan kebudayaan sebagai soft diplomacy untuk diplomasi perdamaian dan kemanusiaan di dunia.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mencari solusi terkait masalah ini. Saya pun berharap adanya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan institusi perusahaan, untuk menjadi bapak angkat bagi permuseuman di Indonesia,” pungkasnya.
Redaktur : Ahmad Fikri











