Relawan MBG di Simpenan Terkatung-katung, Penutupan Dapur Bikin Kembali Menganggur

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Penutupan sementara dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Simpenan, Kabupaten Sukabumi membawa dampak serius, bukan hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi puluhan relawan dapur yang kini terpaksa kembali menganggur.

Sedikitnya sekitar 50 relawan MBG di dapur SPPG Loji harus menghentikan seluruh aktivitas kerja sejak dapur tersebut dinyatakan berhenti beroperasi. Penutupan dilakukan sembari menunggu hasil investigasi laboratorium serta surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kembali beroperasi.

Kepala SPPG Loji, Anwar Sapei, menjelaskan bahwa penghentian operasional ini bersifat sementara, namun belum dapat dipastikan kapan dapur akan kembali dibuka.

“Untuk sementara dapur kami berhenti beroperasional sampai hasil investigasi laboratorium keluar dan menunggu surat dari BGN. Soal kapan mulai lagi, kami juga belum tahu karena itu keputusan BGN,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Namun, yang paling merasakan dampak langsung dari penutupan ini adalah para relawan dapur. Berbeda dengan pegawai BGN atau SPPG yang berstatus tetap, para relawan bekerja dengan sistem harian dan tidak terikat kontrak.

“Kalau pegawai BGN atau SPPG itu pegawai, sementara relawan sifatnya harian. Digaji kalau bekerja, kalau tidak bekerja ya tidak ada penghasilan. Sekarang ini mereka benar-benar terlunta,” kata Anwar.

Ia menambahkan, sebagian besar relawan sebelumnya direkrut untuk mendukung konsep multiplier effect MBG, yakni menyerap tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran. Namun musibah yang terjadi justru membuat tujuan tersebut berbalik arah.

“Sebelumnya nganggur, lalu bekerja, sekarang karena dapur ditutup mereka kembali menganggur. Ini bukan kondisi yang kami harapkan,” ungkapnya.

Hingga memasuki hari keempat penutupan, dapur MBG SPPG Loji masih belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali beroperasi. Seluruh aktivitas dapur lumpuh total hingga pekan ini.

Tak hanya relawan yang terdampak, ratusan siswa sekolah dan posyandu di wilayah Loji–Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, juga ikut merasakan imbasnya.

Sejak Kamis (29/1/2026), distribusi MBG dihentikan sementara sehingga para penerima manfaat tidak lagi menerima asupan makanan bergizi dari program tersebut.

“Kini, puluhan relawan hanya bisa menunggu kepastian, berharap dapur segera dibuka kembali agar roda ekonomi kecil yang sempat berputar lewat MBG bisa kembali berjalan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Berita Terbaru