Hati-hati! Ada Lubang Besar di Ruas Jalan Menuju Pantai Palabuhanratu

Minggu, 22 Desember 2024 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah lubang berdiameter besar ditemukan di ruas jalan nasional tepatnya kawasan cagar alam Desa Jayanti perbatasan Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Wisatawan yang menuju Pantai Palabuhanratu diimbau berhati-hati terutama bagi pengguna jalan saat arus wisata libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai meningkat.

Kepala Desa Jayanti, Nandang, menjelaskan bahwa lubang tersebut disebabkan oleh tersumbatnya gorong-gorong akibat material seperti ranting, lumpur, dan batu.

Kondisi ini diperparah oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga terjadi pengikisan tanah di bawah permukaan jalan.

“Diameter lubang di permukaan aspal sekitar 2 meter, sementara pengikisan di dalamnya mencapai lebar 5 meter dengan kedalaman 2 meter. Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Nandang, Minggu (22/12/2024).

Sejak kemarin, pemerintah desa, Polsek, Dinas Perhubungan, warga, dan komunitas lokal bekerja sama untuk mengamankan area tersebut. Sistem buka-tutup lalu lintas telah diterapkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Tim PUPR juga telah turun ke lokasi untuk menangani masalah ini.

“Penanganan awal dilakukan dengan menambah bahu jalan agar kendaraan masih bisa melintas. Hari ini alat berat telah tiba untuk menangani lubang tersebut,” tambah Nandang.

Sementara itu, Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, menyatakan bahwa kondisi jalan masih dalam proses penataan agar tetap layak digunakan. Namun, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan.

“Kami mengimbau kendaraan berat untuk menghindari area tersebut dan menggunakan jalur alternatif seperti jalur Pelita atau Benteng-PLTU,” ujar Deni.

Ia juga menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan ini adalah genangan air akibat sistem drainase yang buruk, ditambah dengan pergerakan tanah di sekitar lokasi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru