Tiga Hari Tidur di Tenda, Pengungsi Pergerakan Tanah di Cikembar Mulai Terserang Penyakit

Jumat, 6 Desember 2024 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan korban bencana pergerakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mulai menghadapi berbagai masalah kesehatan setelah tiga hari tinggal di pengungsian.

Kondisi tenda darurat yang tidak memadai menyebabkan banyak penyintas, terutama anak-anak dan lansia, mulai mengalami sakit.

Salah seorang penyintas, Ani Sumirat (47), mengungkapkan bahwa cucunya mulai demam sejak dua hari terakhir akibat kedinginan tidur di tenda.

“Tos dua wengi sakit, da tiis meren kulem ditenda (sudah dua hari sakit, karena kedinginan tidur di tenda),” kata Ani, Jumat (6/12/2024).

Meski begitu, ia bersyukur setelah membawa cucunya berobat ke layanan medis di posko pengungsian.

“Berobat atos (berobat sudah), Alhamdulillah, ayeuna mah kondisina sae sareng panasna teu tinggi (Alhamdulillah sekarang kondisinya membaik dan panasnya tidak tinggi),” tambah Ani.

Menurut Kepala Puskesmas Cikembar Nasihin, terdapat total 287 jiwa dari 87 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di dua lokasi, yakni halaman kantor Desa Sukamaju dan SDN 2 Tegalpanjang. Dari jumlah itu, 123 orang terdata mengalami keluhan kesehatan.

“Dari 287 jiwa yang mengungsi, terdata ada 123 orang yang mengalami sakit,” ungkap Nasihin.

Penyakit yang diderita para pengungsi meliputi demam, batuk, pilek, pusing, gangguan lambung, hingga tekanan darah tinggi yang kambuh akibat stres. Kondisi fisik yang lemah dan lingkungan pengungsian yang terbatas turut memperburuk keadaan.

“Sebagian besar pasien yang sakit adalah lansia, yang mencapai hampir 70 persen, sisanya adalah anak-anak,” jelasnya.

Tetapi, Layanan kesehatan darurat terus diberikan oleh petugas medis di posko. Meski jumlah penderita menurun dari 73 orang pada Rabu (4/12) menjadi 50 orang pada Kamis (5/12), perhatian terhadap kesehatan pengungsi tetap menjadi prioritas.

“Intinya, kami membuka layanan kesehatan 24 jam di posko pengungsian. Bahkan, untuk obat juga Alhamdulillah mencukupi,” kata Nasihin.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru