Kampung TikTok di Sukabumi Drastis Sepi Pasca Sadbor Diamankan Polisi

Jumat, 1 November 2024 - 16:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kampung Babakan Baru di Desa Bojongkembar, Kabupaten Sukabumi, yang dikenal sebagai Kampung TikTok karena aktivitas live streaming warganya, kini berubah drastis.

Kampung yang biasanya ramai dengan suara musik dan jogetan warga di TikTok mendadak sepi sejak diamankannya Gunawan atau yang akrab dikenal sebagai Sadbor oleh polisi.

Rumah Sadbor yang biasanya ramai dengan pengunjung dan aktivitas syuting terlihat sunyi. Warga sekitar yang biasanya ikut serta dalam kegiatan live streaming pun tak lagi terlihat.

“Sepi, sudah dua hari ini tidak ada yang live,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, Jumat (1/11/2024).

Menurut Saeban Iskandar, Kadus Desa Bojongkembar, aktivitas TikTok yang biasanya ramai di kampung ini memang terhenti.

“Biasanya setiap hari ramai live streaming, bisa di kebun atau pinggir jalan, tapi hari ini sepi, nggak ada yang live,” ucap Saeban.

Ia menambahkan bahwa di kampung tersebut terdapat 2-3 grup yang kerap bergantian melakukan live, dengan akun yang berbeda-beda.

Diamankannya Sadbor oleh polisi mengundang beragam reaksi dari warga setempat. Meskipun ada rumor keterlibatan Sadbor dalam promosi judi online, banyak warga yang meragukan keterkaitannya.

“Saya nggak percaya kalau Sadbor terlibat. Dia itu orangnya sederhana, konten kreator biasa yang dulunya bekerja sebagai tukang jahit di Jakarta,” tutur Saeban.

Sebagai sosok yang cukup terkenal di kampungnya, Sadbor dikenal dermawan. Warga mengakui bahwa ia sering memberikan bantuan sembako, menyantuni anak yatim, dan membantu warga yang membutuhkan.

“Setelah jadi konten kreator, alhamdulillah kehidupannya membaik, rumahnya yang dulu kecil sekarang sudah lebih layak,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru