JURNALSUKABUMI.COM – Tol Bocimi Sesi II Cigombong – Cibadak kembali beroperasi setelah penutupan akibat longsor di kilometer 64. Namun, para pedagang asongan di Gerbang Tol Parungkuda masih merasakan dampak yang kurang menggembirakan.
Dalam pantauan, pedagang terlihat berjajar di perempatan lampu merah exit tol, tetapi lalu lintas kendaraan yang masuk dan keluar masih sepi. Ujang (40), salah satu pedagang, mengungkapkan bahwa pendapatannya menurun drastis. “Dulu bisa dapat 70 ribu, sekarang paling 30-40 ribu per hari,” katanya.
Ujang menjelaskan bahwa banyak penumpang kendaraan umum masih memilih melintas melalui jalan arteri Sukabumi-Bogor daripada masuk tol. “Kendaraan umum masih lewat Cicurug, tidak masuk tol Parungkuda,” tambahnya.
Senada dengan Ujang, Abdul Azis (45), pedagang kopi, juga mengeluhkan kondisi serupa. Ia menyebutkan bahwa jumlah kendaraan pribadi yang berhenti untuk membeli kopi kini berkurang. “Sekarang masih kurang, kendaraan pribadi tidak banyak yang berhenti,” ujarnya.
Dengan situasi ini, para pedagang asongan berharap agar kondisi lalu lintas di sekitar exit tol segera membaik, sehingga pendapatan mereka bisa kembali stabil.
Redaktur: Ujang Herlan












