JURNALSUKABUMI.COM – RSUD Palabuhanratu sukses mencuri perhatian ribuan penonton di Karnaval Sukabumi Suka Bunga dengan penampilan yang luar biasa nyentrik dan memukau.
Dipimpin langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Palabuhanratu, dr. Rika Mutiara, rombongan ini tampil memikat dengan balutan kostum unik dan kendaraan hias berhiaskan bunga berwarna-warni berbentuk gedung RSUD Palabuhanratu.
Dr. Rika Mutiara tampil mencolok dengan busana nyentrik yang membaurkan budaya lokal dan modernitas. Ia mengenakan batik khas Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) yang dipadukan dengan obi di pinggang, memberikan sentuhan elegan dan kontemporer.
Bersama dengan para pegawai RSUD Palabuhanratu yang menari riang diiringi lagu dangdut populer “Sepiring Berdua,” penampilan mereka sukses membuat ribuan penonton terpukau.
Karnaval ini menjadi panggung bagi RSUD Palabuhanratu untuk menampilkan identitas dan visi mereka sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga berakar pada budaya lokal dan keramahan pariwisata.
Dr. Rika Mutiara menjelaskan bahwa penampilan nyentrik ini adalah cerminan dari visi RSUD Palabuhanratu yang ingin menjadi rumah sakit yang persahabatan, unggul dalam pelayanan, profesional, dan mengedepankan nilai-nilai humanisme tanpa melupakan kearifan budaya lokal.
“Kami menghadirkan rumah sakit yang dirindukan oleh masyarakat wilayah Palabuhanratu hingga ke Banten dan perjampangan, dengan dinamisme yang tinggi. Melalui tampilan ini, kami ingin menunjukkan bahwa RSUD Palabuhanratu bukan sekadar tempat untuk berobat, tetapi juga bagian dari komunitas yang menghargai budaya dan tradisi lokal,” ujar dr. Rika.
Selain kostum yang menarik, RSUD Palabuhanratu juga menampilkan kendaraan hias berbentuk replika gedung rumah sakit yang dihiasi bunga-bunga berwarna cerah. Kendaraan hias ini melambangkan komitmen RSUD Palabuhanratu untuk selalu dekat dengan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik dengan tetap menghargai keindahan dan kekayaan budaya setempat.
Kombinasi antara tampilan visual yang indah dan pesan yang kuat mengenai pelayanan kesehatan dan kearifan lokal menjadikan RSUD Palabuhanratu sebagai salah satu peserta paling berkesan di karnaval tersebut.
Tak hanya sekadar parade, RSUD Palabuhanratu juga mempersembahkan tarian dengan iringan lagu dangdut yang sangat digemari di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi. Lagu “Sepiring Berdua” yang mengalun ceria menjadi simbol dari kedekatan dan kebersamaan RSUD Palabuhanratu dengan masyarakat.
“Inilah gambaran kearifan lokal budaya bangsa lewat lagu berirama dangdut yang menjadi favorit di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi,” tambah dr. Rika.
Sebagai rumah sakit yang beraspirasi menjadi pusat pelayanan kesehatan yang berkawasan pariwisata, RSUD Palabuhanratu terus berinovasi dalam mengedepankan nilai-nilai lokal sambil menjaga standar pelayanan yang tinggi.
“Penampilan RSUD Palabuhanratu di Karnaval Sukabumi Suka Bunga bukan hanya hiburan semata, tetapi juga sebuah pernyataan tentang pentingnya kolaborasi antara kesehatan, budaya, dan masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












