Bocah 9 Tahun Korban Keracunan di Sagaranten Meninggal Dunia

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Satu korban keracunan makanan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia di RSUD Sagaranten pada Senin (10/6/2024) sekira pukul 23.20 WIB. Korban adalah seorang bocah berusia 9 tahun bernama Nasyifa Rahayu.

Menurut informasi yang dihimpun, Nasyifa Rahayu mengalami kejang-kejang pada pukul 21.30 WIB dan segera dirujuk ke RSUD Sagaranten pada pukul 21.45 WIB. Namun, sayangnya, pada pukul 23.20 WIB, Nasyifa dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Puskesmas Curugkembar, Tsalits Sulaeman, mengatakan bahwa dirinya mendapat kabar korban meninggal dunia dari pihak keluarga.

“Iya, Nasyifa Rahayu adalah korban keracunan makanan di TKP Cimangir Sagaranten. Pasien terdampak banyak juga orang Curugkembar, salah satunya yang meninggal tersebut adalah Nasyifa Rahayu,” ujar Tsalits Sulaeman pada Selasa (11/6/2024).

Lebih lanjut, Tsalits menjelaskan bahwa setelah menyantap hidangan hajatan, korban mengalami gejala keracunan makanan dan sempat dirawat di Puskesmas Curugkembar sebelum dirujuk ke RSUD Sagaranten.

Data terkini dari Puskesmas Curugkembar menunjukkan bahwa total pasien yang diduga mengalami keracunan makanan berjumlah 46 orang, terdiri dari 9 dewasa laki-laki, 24 dewasa perempuan, 5 anak laki-laki, dan 8 anak perempuan.

Dari Puskesmas Sagaranten, jumlah total warga Sagaranten yang menjadi korban keracunan makanan sebanyak 76 orang, dengan 61 orang masih dirawat inap di Puskesmas Sagaranten dan 15 orang dirawat di RSUD Sagaranten.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:50 WIB

Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru