Dokter Forensik RSUD R. Syamsudin SH Ungkap Hasil Ekshumasi Bocah di Kadudampit

Rabu, 1 Mei 2024 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dokter Forensik RSUD R. Syamsudin SH, dr Nurul Aida Fathia menyampaikan hasil ekshumasi kasus temuan jasad seorang anak laki-laki berinisial MA (7) asal warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (16/03/2024) lalu.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik, bahwa kematian korban diduga karena terdapat luka kekerasan pada bagian leher.

“Iya, luka yang dileher itu cukup untuk menimbulkan kematian, dalam hal ini kalau ada kekerasan di leher tentunya bisa menghalangi jalan penafasan. Kalau menghalangi jalan nafas, ya berarti kematiannya mengarah ke kekurangan oksigen atau mati lemas,” kata dr Nurul Aida di Ruang Inslatasi Jenazah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada Rabu (01/05/2024).

Saat melakukan autopsi, tim forensik juga menemukan luka pada bagian lubang pelepas atau lubang anus. Hal ini, dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan laboratorium dan hasil sampelnya yang dicurigai, ternyata terdapat tanda kekeradan di daerah leher dan juga di daerah lubang pelepas

“Jadi, kalau untuk secara kasat mata itu, luka bagian lubang pelepas ini, hanya tampak pengelupasan kulit arinya aja, kaya luka lecet, tapi karen kondisinya sudah busuk jadi tidak terlalu jelas, kalau orang hidup ada darahnya segala macem,” jelasnya.

Untuk itu, sample dari autopsi tersebut ia kirim ke laboratuorium dan hasilnya secara microscopis, terdapat tanda perlukaan. Terlebih, saat dilakukan ekshumasi kondisi jenazah korban sudah dalam keadaan membusuk. Karena, sudah dimakamkan sekitar satu pekan dari waktu kejadian korban ditemukan.

Sementara, untuk luka dibagian leher disebabkan karena ada kekerasan tumpul. Lantaran, dibagian kulitnya tidak ada luka apa-apa. Namun, pada saat dilakukan pemeriksaan dibagian otot dalam dari lehernya, ada luka yang dicurigai.

“Jadi waktu itu saya ambil sampelnya di bagian ototnya, ternyata memang itu benar perlukaan, jadi kalau di luar gak kelihatan. Kalau berapa kalinya luka itu gak tau, yang pasti kalau di leher itu memang ada tanda kekerasan,” imbuhnya.

“Kalau proses korban ini bisa ada luka itu, saya gak tau ya, tapi yang pasti kalau dipermukaan kulitnya itu gak ada lecet gak ada memar. Jadi yang pasti kalau seperti itu kekerasan tumpul,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dinsos Perkuat Pendampingan Kelompok Rentan Melalui Bimbingan Sosial di Bojonggenteng
1 Muharram 1448 H: Seuntai Doa dan Harapan Heri Gunawan untuk Presiden Prabowo Subianto
Sri Padmoko Dukung Langkah Bupati Genjot Pendapatan Asli Daerah
Kadinsos Sukabumi: Tahun Baru Islam Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
Penuh Keakraban, Yonarmed 13/Nanggala dan Insan Media Sukabumi Gelar Diskusi Santai
300 Obor Nyalakan Harapan, 105 Jompo dan Anak Yatim Terima Santunan di Yonarmed 13/ Nanggala
Keras! Seniman Sukabumi Sekaligus Relawan Manuk Dadali Kecam Tudingan Eks Ketua BEM UGM Terhadap Prabowo
MTA Bareng Sekda, Gus Uha: Aparatur Harus Perkuat Akhlak dan Keimanan dalam Pelayanan Publik

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:07 WIB

Dinsos Perkuat Pendampingan Kelompok Rentan Melalui Bimbingan Sosial di Bojonggenteng

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:41 WIB

1 Muharram 1448 H: Seuntai Doa dan Harapan Heri Gunawan untuk Presiden Prabowo Subianto

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:12 WIB

Sri Padmoko Dukung Langkah Bupati Genjot Pendapatan Asli Daerah

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:11 WIB

Kadinsos Sukabumi: Tahun Baru Islam Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penuh Keakraban, Yonarmed 13/Nanggala dan Insan Media Sukabumi Gelar Diskusi Santai

Berita Terbaru