JURNALSUKABUMI.COM – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Parakansalak merespons cepat mengatasi turbulence atau pipa saluran air masuk angin.
Kepala Cabang Parakansalak, Rasdian mengatakan, tidak lama dari laporan yang diterima pihaknya bergerak cepat untuk mengatasi persoalan di wilayahnya. Setelah dilakukan pengecekan, distribusi air terhambat akibat pipa saluran air terjadi turbulence.
“Kita sudah atasi dengan cara melakukan pembuangan angin dalam jaringan pipa. Kendalanya ada di saluran pipa tepatnya di Jembatan Bojongasih,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalsukabumi.com, Minggu (14/04/2024).
Adapun dampak kejadian itu, mengakibatkan distribusi air tidak lancar khususnya ke pelanggan yang berada di wilayah Kampung Citiis, Desa Bojongasih.
“Mengingat saluran air pipa PDAM sangat panjang dan kondisi air terhalang masuk ke saluran sehingga terjadilah kondisi yang dikenal dengan sebutan turbulence atau masuk angin,” jelasnya.
Saat disinggung faktor penyebab turbulence, Rasdian menjelaskan, penyebabnya cukup beragam. Namun, faktor utamanya yaitu udara masuk secara perlahan dari aliran air dan kondisi ini biasanya tidak terjadi seketika, melainkan butuh proses yang cukup lama sampai akhirnya udara memenuhi rongga pipa.
“Kemungkinan utamanya ialah pipa di ujung titik tapping/ boring tidak terendam air secara penuh. Dan ada ruang yang membuat air dan udara masuk secara bersamaan,” imbuhnya.
Masih kata Rasdian, ketika saluran akhirnya ditutup, udara akan terkonsentrasi dan berkumpul di bagian rongga pipa. Udaranya akan terus penuh dan semakin memanjang. Hal inilah yang membuat pipa tidak lancar, bahkan bisa berhenti untuk mengalirkan air.
Akan tetapi, lanjut dia, solusinya dengan membuka air vent pada setiap jembatan pipa untuk mengeluarkan udaranya. Itulah yang menjadikan air tidak mengalir lancar karena pipa kemasukan angin mulai dari pipa primer sekunder dan tersier.
“Dengan diperbaikinya daerah tersebut, kami berharap agar pelanggan di wilayah Kampung Citiis mendapatkan aliran yang merata,” tuturnya.
Redaktur: Ujang Herlan












