Pemkab Sukabumi Anggarkan Rp5 Milyar untuk Sarana Prasarana Huntap di Nyalindung

Senin, 12 Februari 2024 - 18:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi rencananya anggarkan Rp5 milyar untuk pembangunan sarana prasarana di lokasi hunian tetap (huntap) di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.

Saat ini 129 unit huntap bagi penyintas bencana gerakan tanah Kampung Gunungbatu dalam proses pembangunan di Jalan Raya Sukabumi-Sagaranten, Kampung Cimenteng Pasirsalam, Desa Kertaangsana.

“Semua anggarannya diperkirakan sekitar lima milyar rupiah,” kata Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi Abas Ruslandi kepada awak media di lokasi huntap Kampung Cimenteng Pasirsalam, Jumat (09/02/2024) kemarin.

“Anggaran tersebut dari hasil survey untuk jalan lingkungan, drainase dan tembok penahan tanah (TPT),” sambung dia.

Menurut Abas pada 2024 ini masih proses pelelangan atau penunjukkan langsung sambil menunggu Pemilihan Umum (Pemilu) selesai. Kegiatan pembangunan pelengkap di lokasi huntap bisa dilaksanakan pada Maret atau awal April.

“Tahun ini diprioritaskan pembangunan jalan lingkungan, drainase dan TPT yang utama,” ujar dia.

Abas mengatakan pembangunan sarana prasarana berikutnya dilaksanakan secara bertahap. Mudah-mudahan pada anggaran perubahan tahun ini ada tambahan. Berikutnya untuk penyelesaian pembangunan dianggarkan pada 2025.

Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi Kemaslahatan – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indriayu Afriana mengatakan pembangunan 129 unit huntap sedang berlangsung yang ditargetkan selesai Juni.

“Saat ini progress pengerjaan sudah mencapai 43,6 persen, sudah 70 unit rumah selesai,” kata Indriayu kepada awak media selesai melaksanakan monitoring program kemaslahatandi pembangunan huntap di Desa Kertaangsana.

Ia menjelaskan pembangunan huntap ini unik karena dikerjakan dengan konsep community development. Warga sebagai penyintas bencana yang nantinya akan menghuni ikut aktif berperan dalam pengerjaan rumah

“Jadi kami ingin mengajak warga agar merasa memiliki dan langsung mengawasi pembangunannya,” jelas Indriayu.

Untuk diketahui pembangunan huntap sebanyak 129 unit tersebut dilaksanakan
Daruttauhid (DT) Peduli bekerjasama dengan BPKH. Sedangkan untuk pembangunan sarana prasarana dilakukan Pemkab Sukabumi secara bertahap.

Pembangunan huntap bagi korban bencana gerakan tanah Kampung Gunungbatu yang terjadi April 2019 ini bertajuk Kampung Haji BPKH. Rencananya selain Masjid Jami, di lokasi huntap akan dibangun miniatur Ka’bah dan lainnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru