Wabup Buka Kegiatan Diseminasi APKASI-OISCA, 8 Kabupaten Turut Hadir

Senin, 5 Februari 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri membuka kegiatan Diseminasi Program APKASI – OISCA atau Organization for Industrial, Spiritual, and Cultural Advancement yang dilaksanakan Kecamatan Cikembar, Senin (05/02/2024).

Kegiatan ini sebagai tindaklanjut program training of trainer tentang pembangunan pertanian berkelanjutan di Jepang. Hadir dalam acara tersebut 8 kabupaten yaitu Kabupaten Menpawah, Subang, Susupan, Sidoarjo, Pakpak Barat, Indramayu, Semenep, Gunungselatan dan Batubara.

Program magang keahlian spesifik di OISCA bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengambil kebijakan di daerah tentang pola pertanian di kawasan Asia sebagai desparking.

Selain itu, melalui kegiatan ini para pejabat pemerintah daerah dapat memahami strategi khusus tentang pengembangan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi tradisional maupun moderen yang melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat.

Wabup Sukabumi, H. Iyos Somantri menyampaikan, potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi sangat beragam, salah satunya memiliki lahan pertanian yang sangat besar.

“Dengan potensi ini kita yakini bahwa sistem pertanian berkelanjutan ini sejalan dengan upaya membangun ketahanan pangan di daerah,” jelasnya.

Pria yang karib disaapa Kang Iyos ini juga meyakini, kehadiran APKASI dan OISCA akan berdampak pada terbangunnya sistem pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan.

Melalui program-program yang telah dilaksanakan, OISCA menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi untuk menciptakan masa depan yang sangat baik melalui pelatihan pertanian dan kegiatan lainnya .

“OISCA terus eksis mendorong pembangunan di kabupaten sukabumi yang berkembang dengan program pemberdayaan masyarakat desa, pendidikan lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, kesehatan dan ekonomi berbasis ketahanan pangan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Wabup, sinergi dan kolaborasi telah menghasilkan pembangunan infrastruktur pertanian dan lingkungan serta terbentuk nya kelompok-kelompok tani di Desa Adat Kasepuhan Ciptagelar yang telah melaksanakan kegiatan pertanian berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB