JURNALSUKABUMI.COM – Jawa Barat khususnya Sukabumi, memang kaya akan makanan tradisional yang diolah dari beberapa bahan baku. Rangginang, misalnya, makanan ringan yang berbahan baku beras ketan. Rangginang adalah salah satu makanan ringan yang tidak lekang dimakan waktu dan hingga kini masih bertahan menjadi cemilan khas suku Sunda.
Salah satunya, Eti Sumyati (36) warga Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar. Sampai saat ini setiap harinya dia mengolah beras ketan untuk dijadikan rangginang.

Ibu dua orang anak itu mampu mengolah kurang lebih 2 hingga 5 liter beras ketan untuk diolah jadi rangginang per hari. “Pengerjaannya selalu dibantu Ibu saya. Hasilnya paling jadi 10 sampai 20 kantong, dengan isi per kantongnya berisi 50 biji,” kata Eti saat diwawancarai jurnalsukabumi.com, Sabtu (25/4/20).
Eti mengaku, usaha rumahannya itu sudah berjalan sekitar 4 tahun. Selama ini, pemasarannya secara online menggunakan media sosial (medsos).
Rangginang hasil olahannya memiliki tiga rasa, yakni original, terasi dan manis. “Untuk harga Rp35 ribu per kantong dengan 3 varian rasa terasi, original dan manis dan Rp12 ribu per kantong dengan 3 varian rasa original, terasi dan kencur,” bebernya.

Untuk yang memesan, sambung Eti, selain dari tetangga sekitar juga memiliki pelanggan tetap dari luar daerah, berasal dari Tangerang, Subang, dan Jakarta.
“Kalau yang dekat dan masih satu kecamatan biasanya pada datang ke rumah. Baru untuk keluar daerah pengiriman menggunakan jasa paket,” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG
Redaktur: Yoga Arya Suhada












