Mengenal Potensi UMKM Kecamatan Kalapanunggal, Mulai dari Kuliner Hingga Kerajinan

Jumat, 2 Februari 2024 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi memiliki potensi ekonomi daerah yang cukup beragam, salah satunya terkait dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kecamatan Kalapanunggal itu terdiri dari tujuh desa, dimana setiap desa memiliki produk UMKM yang berbeda, mulai dari makanan hingga kerajinan. Namun yang lebih banyak dihasilkan adalah pengolahan makanan,” kata Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kalapanunggal, Dewi Tresnaningsih, kepada jurnalsukabumi.com pada awal Februari 2024 ini.

Informasi yang dihimpun, untuk produk UMKM Desa Mekarsari ada makanan ringan seperti keripik singkong, keripik ubi jalar dan roti. Desa Walangsari ada roti, kopi karuhun, kacang kapacira. Desa Gunung Endut ada durian, Vanili, ikan arwana, susu kambing Etawa.

Desa Pulosari ada gula merah, kue kering, Bolu, cake. Desa Kadununggal ada keripik singkong, keripik pisang. Desa Palasari girang ada kue bolu. Terakhir Desa Kalapanunggal ada kerajinan dari gedebong pisang, kerajinan dari bambu dan wingko babat.

Menurut Dewi, dari produk-produk tersebut, sebagian ada yang sudah berizin dan dipasarkan hingga keluar dari Sukabumi.

“Ada yang sudah berkembang, sudah punya izin seperti P-IRT, ada juga yang belum, hal itu kan tergantung kemauan masyarakatnya sendiri. Dari kemasan sudah bagus, untuk pemasarannya selain dijual langsung di daerah sini, ada juga yang memasarkan secara online baik melalui media sosial ataupun aplikasi khusus jual-beli seperti shoope,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kalapanunggal, Alek Antariksa mengatakan, dalam tipologi Kecamatan Kalapanunggal masuk kedalam Kecamatan tradisional.

“Kecamatan yang beralih atau bertransisi dari tipe C yaitu pertanian atau pedesaan, ke tipe B yaitu perkotaan,” terangnya.

Maka dari itu, sambung Alek, UMKM di Kecamatan Kalapanunggal akan lebih terbatas dibandingkan dengan daerah perkotaan seperti dari Cicurug sampai dengan Sukalarang yang notabene lebih beragam dan lebih hidup.

“Karena di daerah ini masih berbasis pertanian dan perkebunan sehingga masyarakat mengolah apa yang ada, sehingga mayoritas disini adalah pengolahan makanan. Misalnya, seseorang punya kebun singkong, karena singkong harganya murah maka ia mengolahnya terlebih dahulu menjadi keripik, sehingga meningkatkan nilai jual,” tandasnya.

Reporter: Sri Rahayu | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak
Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!
Gema Ramadan Padepokan Silaturahmi: Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Seni Beladiri dan Religi
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Bupati Sukabumi Asep Japar Resmikan Bale Binangkiti Desa Sagaranten
Kopi Purbawati Sukabumi Jadi Ikonik Perekonomian Desa
Hardesnas 2026, Bupati Sukabumi Dorong Lahirnya Desa Inovatif dan Penguatan Potensi Ekonomi
Permudah Layanan Pajak Kendaraan, Sangkuriang P3DW Cibadak Diluncurkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:36 WIB

Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:29 WIB

Gema Ramadan Padepokan Silaturahmi: Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Seni Beladiri dan Religi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:05 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar Resmikan Bale Binangkiti Desa Sagaranten

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB