JURNALSUKABUMI.COM – PO (53) warga Kampung Pasar Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban kasus dukun penggandaan uang oleh tersangka Tohari alias Mbah Slamet (45) di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Terkini, jasad PO sudah tiba di Sukabumi dan langsung disemayamkan. Atas kabar duka itu, Keluarga Korban, GE (15) menuturkan, meminta pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa ayahnya itu.
“Saya minta tuntutan hukum yang seberat-beratnya. Karena, apa yang pelaku lakukan ke ayah saya tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ucap GE saat ditemui di rumah duka, di Kelurahan Cibaraja Selajambe, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Selasa (04/04/2023).
Dia menceritakan, awal mula ayahnya mengenal pelaku dukun pengganda uang tersebut sejak Juli 2022 lalu. Mulanya dia tidak mengetahui siapa sosok yang ditemui ayahnya itu.
“Kurang tau soalnya gak cerita, waktu bertamu ke sana dan dikenalin. Emang saya awal mikirnya teman bisnis, ternyata setelah pertemuan kedua kalinya kesana ke Banjarnegara lagi, pengganda uang,” jelas dia.
Sampai pada pertemuan ke tujuh kali, korban PO yang biasanya ditemani sang anak, namun kali ini korban berangkat seorang diri untuk menemui Mbah Slamet itu.
“Tau kalau itu dukun pengganda uang, waktu ketemu yang kedua kali. Kalau ikut, sekitar 7 kali ikut. Yang terakhir gak ikut,” ungkapnya.
Hingga pada Kamis (24/3/2023) lalu, korban tidak dapat dihubungi, GE pun bergegas mencari ayahnya ke lokasi terakhir yang disebutkan PO melalui pesan suara media perpesanan yang diterima kakaknya.
Pada Minggu, (02/04/2023) kepolisian menemukan jasad PO terkubur di sebuah lahan bukit di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Keberadaan jenazah ayahnya tersebut ditunjukan oleh pelaku, setelah berhasil diringkus kepolisian.
“Ditunjukin sama pelaku, si pelaku ini dipancing dulu sama temennya, buat pengenalannya. Di sms dipancing udah dapet, di situ langsung dipaksa untuk menunjukan korbannya ada dimana,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












