JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mendorong masyarakat untuk mengkampanyekan pelestarian ikan berbasis event komunitas.
Demikian disampaikan Nunung pelaksanaan pelepasliaran ikan, kompetisi mancing dan penanaman pohon dalam rangka memperingati anniversary komunitas pemancing
SAAC (Sukabumi Adventurous Angler Community) ke-2.
Kegiatan berlangsung di Sungai Cimuncang Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Minggu (12/2/23). Acara diikuti komunitas pemancing Sukabumi, Bogor dan Cianjur.
“Kabupaten Sukabumi memiliki Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Perikanan. Salah satu isi Perda tersebut mengenai perundangan dan pelestarian ikan,” kata Nunung.
Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada komunitas pemancing yang turut aktif dalam kegiatan pelestarian dengan melaksanakan rilis ikan hasil tangkapannya. Kegiatan positif dari komunitas ini agar dapat dikampanyekan melalui sosial media.
Komunitas SAAC tersebar di berbagai perairan baik sungai, danau dan situ. Fokus tangkapannya adalah ikan-ikan kecil. Komunitas SAAC aktif dalam melakukan pelepasliaran ikan. Salah satunya melalui rilis ikan wader.
Dalam upaya pelestarian SAAC memiliki rules dalam komunitasnya. Diantaranya tidak boleh memposting ikan dalam kondisi mati, dan terus mengkampanyekan ukuran ikan
sidat khususnya yang diperbolehkan untuk ditangkap sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.
SAAC menyampaikan komitmen melalui slogan fish and release,
dimana terus menggaungkan untuk stop racun dan stop membunuh ikan. Kegiatan positif lainnya dari komunitas pemancing adalah sosialisasi untuk tidak membuang sampah di sungai.
Serah terima sebanyak 4000 ekor ikan tawes dari Dinas Perikanan
Kepada Komunitas untuk dilepasliarkan di Sungai Cimuncang Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap, Subkoordinator Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
Redaktur: Usep Mulyana












