JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM), Disnakertrans dan Disdik Kabupaten Sukabumi turut serta dalam sosialisasi program Goes to Japan, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (Gor) Cisaat, Jumat (03/02/2023).
Kegiatan yang dikomandoi Ketua Harian PLUT KUKM Kabupaten Sukabumi, yang juga sebagai Ketua DPC. APMIKIMMDO (Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia) Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam tersebut dalam rangka mendorong, memfasilitasi dan mengembangkan potensi lulusan siswa-siswi SMK yang berada di Kabupaten Sukabumi.
Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Yulipri mengatakan, dengan adanya program Goes to Japan ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

“Jika kita lihat dari jumlah pengangguran dari tahun 2022 dari 8,39 juta orang, sebanyak 270 ribu bisa untuk kerja ke luar Negeri. Jadi memang ada kontribusi dalam rangka pengentasan atau mengurangi angka pengangguran di indonesia,” kata Yulipri.
Bahkan, kata dia, sepanjang tahun 2022 kemarin, Indonesia berhasil kembali ke tingkat rata-rata kontribusi dalam Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 72.624 ribu orang.
“Saat ini, Jepang masih menjadi negara yang masuk dalam kategori pengelola manufaktur tertinggi di dunia di antara negara maju lainnya, khususnya di Asia. Karena itu, peluang untuk bekerja di sana terbuka luas,” terangnya.

Terlebih, lanjut Yulipri, pertumbuhan penduduk di Jepang kini mayoritas merupakan usia lanjut mencapai 40 persen dari jumlah penduduk. Sehingga membutuhkan tenaga kerja muda dari berbagai negara.
Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan 33 negara manufaktur, namun karena terkendala pandemi, Yulipri menyebut, saat ini baru 77 negara yang baru kembali membuka peluang kerja dari luar negeri.
“Jepang sebetulnya mereka berkompetisi, mereka bersaing dengan negara maju lainnya di asia. Tercatat Korea, Thailand mereka bersaing untuk mendapat tenaga kerja dari luar wilayahnya. Angkanya ternyata bahwa untuk penempatan PMI asal Kabupaten Sukabumi tahun 2022 hanya baru 19 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum BKK SMK Kabupaten Sukabumi, Rusli Saleh mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 140 siswa dari 193 orang yang mendaftar.
“Ini dari seluruh SMK yang ada di Kabupaten Sukabumi, tidak hanya di SMK ternyata yang daftarnya ada yang dari perguruan tinggi, kamu dari SMA juga ada. Tapi itupun belum fix semuanya ikut, kadang ada yang hanya ngisi aja,” ujar Rusli.
Menurut Rusli, minat bekerja di Jepang masih terbilang tinggi. Hal itu karena dilihat dari pekerja yang telah kembali ke tanah air sebagian besar memutuskan mendirikan usaha sendiri, dibanding mencari pekerjaan lagi.
“Kenapa ke Jepang? Karena memang contoh yang sudah pulang dan mereka rata-rata setelah pulang itu tidak lagi mencari pekerjaan. Tetapi membuka usaha mandiri. karena rata-rata mereka bisa bawa pulang itu diatas Rp 200 juta selama 3 tahun di sana,” tandansya.
Acar tersebut terselenggara berkat kekompakan kepanitian di antaranya, PLUT KUKM, DPC. Apmikimmdo Kabupaten Sukabumi, Forum BKK SMK, PT. Liana Sigrus Indonesia didukung BP2MI, UPT BP3MI Jabar dan BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan






