Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Gudang Rongsok Cicurug

Rabu, 30 November 2022 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di gudang rongsok tepatnya di Kampung Legos, RT 01/05, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/11/22) pagi.

Dode (40) warga Kecamatan Ciambar mengatakan pria tersebut diketahui bernama Noor Amin (69) Warga Jalan Gotong Royong RT 03/05, Kelurahan/Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. Ia merupakan teman dekatnya yang bekerja di gudang tersebut.

“Ia sudah bekerja di gudang rongsok ini selama 9 bulan,” ujar Dode (40) kepada wartawan.

Sebelumnya kata ia, pria tersebut mengeluhkan sakit di bagian dadanya. Pria tersebut mengeluhkan sakit yang dideritanya, yaitu sesak napas.

“Dan kemudian sempat saya bawa untuk berobat. Namun hari ini saya mendengar kabar ia sudah meninggal dunia,” terangnya.

Ia menjelaskan, Noor Amin tidak memiliki tempat tinggal. Oleh sebab itu, akhirnya mereka sepakat untuk menyewa sebuah gudang. Dan gudang tersebut ditempati almarhum sendirian.

“Awal ketemu dengan almarhum di salah satu majelis pengajian, dari situ kemudian kami ngobrol panjang lebar dan membahas mengenai usaha rongsok atau barang bekas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nyangkowek, Erik Zulkarnaen mengatakan, dengan ditemukannya seorang mayat laki-laki di sebuah gudang rongsok itu awalnya ia mendapat laporan dari masyarakat.

Setelah itu, ia langsung menuju ke lokasi dan mendapatkan keterangan dari masyarakat, bahwa korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergeletak di lantai.

“Jadi, biasanya gerbang gudang setiap pagi terbuka, tapi kali ini terlihat tertutup, sehingga masyarakat bertanya dan akhirnya setelah dilihat ternyata almarhum sudah tergelatak,” ujarnya.

Lalu, masyarakat membuka gerbang tersebut dan ternyata Noor Amin sudah meninggal dunia.

“Berhubung almarhum sebatang kara, akhirnya pihak Desa Nyangkowek memfasilitasi untuk pemakaman almarhum di TPU Warung Ceuri. Itu juga hasil musyawarah dengan masyarakat,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru