JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, membuka pelatihan videografi bagi pemuda yang digagas oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), di Hotel Balcony Kota Sukabumi, Selasa (19/7/2022).
Kang Fahmi mengatakan, dengan pelatihan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemuda dalam kemampuan videografi. Menurutnya, agak kemampuan tersebut tidak hanya dijadikan hobi, melainkan mampu menciptakan nilai ekonomi.
“Dari sebanyak 360 ribu warga Kota Sukabumi hampir 60 persen diantaranya kalangan anak muda dan ini bisa jadi berkah ketika melahirkan anak berprestasi,” kata Kang Fahmi.
Menurutnya, konten medsos sangat terkait erat dengan skill di dalamnya videografi yang bukan sebatas hobi tapi bernilai ekonomi.”Tidak hanya menyalurkan hobi, videografi bisa bernilai ekonomi dan mengajak yang lain jadi perputaran ekonomi,”ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini subsektor ekonomi kreatif tertinggi ada pada sektor kuliner. Kendati demikian, bidang lain pun bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui meningkatkan skill videografi.
“Momen ini memotivasi para pemuda untuk terus berkarya sesuai dengan potensinya dan mendorong Sukabumi jadi kota kreatif,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Tejo Condro Nugroho mengatakan, kebutuhan dokumentasi dalam bentuk videografi menjadi salah satu keahlian yang harus dimiliki pemuda. Terutama agar siap menjadikan teknologi informasi sebagai fasilitas yang produktif dan positif.
”Ada 40 orang peserta kegiatan dari delapan organisasi mitra kepemudaan dan komunitas masyarakat yang membutuhkan pelatihan videografi,” kata Tejo.
Para pemuda tersebut lanjut dia, akan diberikan pelatihan teknik pengambilan gambar sampai proses penyuntingan. Agar menghasilkan video menarik.
“Prinsip membuat video dengan kebutuhan pasar dalam peningkatan skill videografi adalah pada rentan
usia 16 sampai 30 tahun.
Pelatihan tersebut akan diikuti oleh organisasi dan komunitas dalam videografi, mulai 19-20 Juli 2022. Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut diantaranya, 40 peserta forum OSIS, Purba Paskibraka, Forum Pemuda Pelopor, Forum Kewirausahaan, dan 360 ribu warga. Yang mana hampir 60 persen dari peserta tersebut adalah kalangan anak muda.
“Busa jadi berkah ketika melahirkan anak berprestasi, melahirkan inovasi terbaik dan tidak jadi beban bagi masyarakat maupun pemerintah. Ketika jadi musibah karena tidak ada kemampuan jadi beban keluarga, juga pemerintah,”ungkapnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Usep Mulyana






