JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merinci dampak gelombang tinggi di wilayah Palabuhanratu. Bencana tersebut berdampak pada puluhan rumah warga.
Hal itu di sampaikan Manager Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi, Nanang Sudajat. Ia mencatat terdapat 17 rumah yang terdampak dan 21 rumah terancam akibat insiden tersebut.
“Puluhan rumah itu tersebar di dua Kampung yakni Kampung Rawa Kalong 01/32, dan Kampung Cipatugaran 01/02 Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu,” ujar Nanang kepada jurnalsukabumi.com, Senin (4/7/2022).
Sejak terjadinya gelombang itu, seluruh rumah yang terdampak gelombang tinggi mulai dibersihkan. Namun Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi akan terus disiagakan.
“Alhamdulilah sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kita akan terus memantau kondisi gelombangnya,” paparnya.
Nanang menghimbau seluruh masyarakat yang berada di pesisir pantai agar terus berhati-hati. Beberapa hari ke depan, gelombang tinggi di seputar pantai selatan diperkirakan akan terus meningkat.
“Seusai prediksi BMKG, gelombang tinggi akan terus berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Gelombang itu pun tidak hanya di Sukabumi saja melainkan di wilayah lainpun mengalami hal sama,” terangnya.
Saat ini kata ia, masyarakat yang terdampak membutuhkan uluran tangan dermawan. “Warga yang rumahnya terkena dampak membutuhkan kebutuhan yang mendesak seperti sembako, pakaian dan yang lainnya,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












