JURNALSUKABUMI.COM – Pelantikan dan pengambilan sumpah untuk jabatan pimpinan tinggi pratama atau setara eselon II, dan jabatan fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah resmi digelar hari ini, Rabu (08/06/2022).
Pelantikan tersebut sebanyak 57 ASN dikukuhkan sebagai kepala sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SD yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Rinciannya, 54 kepala sekolah SMP dan tiga kepala sekolah SD.
Sementara untuk jabatan eselon II terdapat lima ASN yang mengemban tugas baru di antaranya, Nunung Nurhayati sebagai Kepala Dinas Perikanan, Ir. Bambang Widyantoro sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Hari Riyadi sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Jujun Juaeni sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dan Dr. Gatot Sugiharto sebagai Direktur UPTD RSUD Sekarwangi.
Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, didampingi Wakil Bupati Iyos Somantri, Sekda Ade Suryaman, Kepala BKPSDM Dadang Budiman, dan Kadisdik Kabupaten Sukabumi Muhammad Solihin.
Marwan Hamami mengatakan, percepatan pelantikan yang dilakukan cukup mengalami kendala karena beberapa kebijakan baru dari pemerintah pusat.
“Jadi kalau melihat kondisi percepatan hari ini, karena banyak kekosongan dari jabatan. Karena terkendala dari sistem, kalau dulu kan ku bupati cukup beres. Sekarang dengan sistem, jadi peluang kebijakan itu agak telat,” terangnya.
Lanjut dia, beberapa aspek persyaratan kompetensi yang berubah membuat pelantikan para ASN ini tidak dapat dilakukan dalam satu waktu. Seperti yang telah dinyatakan lulus harus dilakukan tes kompetensi kembali oleh kementerian terkait. Maupun bagi kepala sekolah, seperti terdapat sertifikasi bergerak yang perlu dipenuhi.
Pada kesempatan sama, Marwan juga menekankan pentingnya tugas kepala sekolah, yang mana menurutnya bukan hanya tugas administratif. Namun juga perannya dalam mengamati perkembangan dari berbagai aspek para siswa.
“Oleh karena itu saya menekankan, tugas kepala sekolah itu tidak cukup administrasi. Tapi bagaimana juga dia harus melihat lingkungan, harus bisa mencermati anak. Jadi beban barunya disitu,” jelas Marwan.
Menurutnya, hingga kini kepercayaan pada masyarakat terhadap dunia pendidikan masih menyerahkan sepenuhnya kepada institusi.
“Karena biasanya kan keluarga itu membebani kepada sekolah. Yang paling penting, bagaimana tadi peran kepala sekolah untuk bisa mencermati, tidak cukup hanya mengurus administrasi aja. Tapi perkembangan anak pun dilihat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Marwan menyampaikan, peran pendidikan kepada anak atau siswa seyogyanya dilakukan oleh semua pihak, baik itu lingkungan sekolah, maupun lingkungan keluarga.
“Ini yang perlu ditekankan juga, jangan dibebankan kepada institusi sepenuhnya, tetapi keluarga juga berperan membantu proses pendidikan, masyarakat juga terutama untuk pendidikan di lingkungan,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan






