JURNALSUKABUMI.COM – Program mobil pelayanan keliling (Mopeling) untuk melayani warga dalam proses pembuatan administrasi kependudukan (Adminduk) di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, dihadapkan pada beberapa kendala teknis. Persoalan yang nyata terasa di lapangan adalah masalah internet ‘lemot’ dan kejadian matinya aliran listrik.
Hal itu disampaikan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Yandafduk), Soheh Abdurrahman, Selasa (7/6/22).
“Pertama kali menginjakkan kaki di MTs Az-Zakariyah Cigembong, dibantu Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (Himasi) dan Pemdes Bantarsari serta karang taruna setempat, kami membuka pelayanan perekaman KTP-el hanya mampu berjalan satu jam. Karena jaringan internet waktu itu, tidak mendukung,”kata Soheh. 
Tidak sampai di situ kata dia, tim di lapangan terpaksa harus bergeser dari lokasi tersebut ke Kantor Desa Bantarsari yang yang berjarak sekitar tujuh kilometer dengan melalui akses jalan yang lumayan berat.
Misi pertama di Kantor Desa Bantarsari, Senin (6/6/22), berjalan tidak terlalu mulus. Pelayanan hari itu, hanya berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Tumbangnya dua tiang listrik di Jampangtengah mengakibatkan matinya aliran listrik sebanyak dua kali sore dan malam hari.
Kegiatan perekaman KTP-el lanjut dia, baru bisa dilanjutkan keesokan harinya. Petugas baru bisa membuka pelayanan sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.
Rangkaian tugas selama dua hari itu, cukup menguras tenaga dan pikiran. Namun demikian ujarnya, rasa lelah yang amat sangat, sedikit terobati dengan tuntasnya pekerjaan melayani warga dengan hasil.yang cukup memuaskan.
“Alhamdulillah, antusias warga sangat tinggi menyambut Mopeling ini. Dari hasil pelayanan tersebut, dokumen kependudukan yang kita layani meliputi Kartu Keluarga sebanyak 114, Akte lahir 167, KTP cetak ulang 175 dan
Rekam KTP 152,”jelasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












