Diskan: Bupati Dorong Budidaya Ikan Sidat di Kabupaten Sukabumi

Kamis, 10 Februari 2022 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengembangan budidaya ikan sidat mendapatkan dukungan dari orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, Hanura Nursyamsi, kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (10/2/22).

“Kemarin kita sudah merencanakan dengan pak bupati untuk melaunching sentra-sentra budidaya sidat. Karena pada akhir Desember, kaitan dengan sidat ini ada dorongan penuh dari Food and Agriculture Organization (FAO) untuk perkembangannya,” kata Hanura.

Secara kebetulan kata dia, ada kegiatan yang berkaitan pembesaran ikan sidat dari fase Glass Eel (GE) ke Elver yang berjarak waktu tiga bulan. Kemudian dari Glass Eel ke Finger Link selama empat bulan. Jika dihitung dari mulai GE sampai konsumsi bisa makan waktu minimal satu tahun.

“Rencananya ada kegiatan untuk mengembangkan Glass Eel. Karena Sukabumi memiliki bibit Glass Eel dengan potensi terbaik di Indonesia. Para petani Sidat saat ini sebagai supplier bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia maupun pasar manca negara,” ungkapnya.

Untuk pasar dalam negeri, lanjut dia ada di wilayah Jawa Timur. Selain sidat, Sukabumi juga sangat potensial untuk budidaya lobster. Sementara Jepang dan Korea adalah negara tujuan ekspor. Namun karena pasaran sidat sedang lesu karena terdampak pandemi, maka pengembangannya dilakukan oleh para petani lokal.

Selama ini, ujarnya, yang menjadi pelaku utama bisnis ikan sidat adalah perusahaan-perusahaan besar karena didukung investasi yang besar. Ke depan pihaknya akan menggunakan segmentasi atau tahapan-tahapan dengan roadmap yang mengarah pada pengembangan Glass Eel di daerah-daerah yang memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan sidat seperti di Cisolok, Warungkiara, Simpenan dan Caringin Cisaat.

Budidaya sidat mulai diperkenalkan 2018 yang lalu. Tapi sayangnya, para petani hanya melalukan proses penangkapan saja. Sementara budidayanya dilakukan oleh petani dari luar Kabupaten Sukabumi. Sehingga sama sekali tidak mendatangkan nilai tambah bagi petani pribumi.

Redaktur: Usep Mulyana


 

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB