JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil, menyerahkan langsung penghargaan khusus (Special Award) untuk program CSR kategori sustainability kepada SCG melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi.
Kang Emil mengatakan, penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada kegiatan Forum CSR Jawa Barat yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat.
“Hari ini kita memberi penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang komitmennya luar biasa dalam memajukan Jawa Barat melalui CSR,” ujarnya dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Senin (27/12/2021).
Orang nomor satu di Jawa Barat ini juga mendorong, agar perusahaan dapat menjalankan program CSR yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan berbagai program CSR yang dilakukan oleh PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi pada tahun 202.
“Ya, pengharagaan ini juga diberikan atas penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa melalui Musrembangdes. Sehingga, program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lima desa di sekitar perusahaan serta turut mendukung pemerintah dalam mencapai tujuan jangka pendek dan panjang,” jelas Kang Emil.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil menambahkan, penghargaan ini diberikan atas kontribusi SCG dalam mendukung program pemerintah untuk pembangunan masyarakat yang berkelanjutan melalui program-program CSR Tahun 2021.
Perusahaan juga menerima penghargaan dari Pemda Sukabumi yang diberikan secara langsung oleh Bupati Sukabumi atas peran perusahaan dalam mendukung penanggulangan Covid-19.

“Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Jawa Barat maupun Kabupaten Sukabumi merupakan sebuah prestasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk dapat terus tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan keberlanjutan. Bukan hanya bagi perusahaan, tapi juga masyarakat melalui beragam program pemberdayaan. Penghargaan ini tidak mungkin kami peroleh tanpa kolaborasi yang baik dan dukungan penuh dari masyarakat maupun pemerintah tingkat daerah dan desa,” sambungnya.
Masih kata, Somchai, sebanyak 71 program CSR dijalankan oleh PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi pada tahun 2021 dengan prinsip berkelanjutan. Salah satu di antaranya menargetkan generasi milenial yang tinggal di sekitar wilayah pabrik Semen SCG beroperasi.
“Seperti Kelompok Lumbung berkah yang berhasil melibatkan para pemuda di Desa Sukamaju untuk mendapatkan penghasilan melalui budidaya lele serta Kelompok Tani Hutan Jamur Milenial Harapan Maju dalam budidaya jamur,” tutup Somchai.
Tak hanya itu, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi juga memperoleh penghargaan dari Pemda Kabupaten Sukabumi atas perannya dalam mendukung penanggulangan COVID-19 melalui program SCG #PeduliBersama dan gerakan 100% ODF melalui pembangunan toilet di Kabupaten Sukabumi. Penghargaan diberikan oleh H. Marwan Hamami, selaku Bupati Sukabumi pada peringatan Hari Ibu, Rabu (22/12), di Hotel Pangrango Kabupaten Sukabumi.
“Kontribusi PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi ini akan terus dilanjutkan dengan ditandatanganinya MoU mengenai Program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2022 yang mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui bidang ekonomi produktif, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, keagamaan, serta budaya,” tutup Somchai.
Hal lain diungkapkan, Ketua KTH Jamur Kayu Harapan Maju Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi, Hamdani.
“Program yang digagas oleh SCG dan pemerintah terkait telah membawa perubahan besar bagi saya dan para pemuda di Desa Wangunreja. Saya dapat mewujudkan mimpi dan mengembangkan passion dalam bertani hingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemuda di sini,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Desa Sukamaju, Aas Suganda juga menambahkan. “Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang digagas oleh SCG dan berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi dapat meminimalisir angka pengangguran di wilayah desa kami karena dengan adanya budidaya ikan lele dapat menjadi penghasilan tambahan bagi pemuda di desa kami,” jelasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












