Mobilisasi Karang Taruna Jadi Cara Jitu Dorong Percepatan Vaksinasi di Sukabumi

Kamis, 23 Desember 2021 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, mempunyai cara tersendiri dalam turut serta mensukseskan vaksinasi hingga pelosok Sukabumi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Ns. Asep Arifin mengatakan, salah satu cara jitu dalam mensukseskan program nasional tersebut yakni dengan mobilisasi masyarakat hingga sampai ke lokasi kegiatan.

“Ya, betul. Kita instruksikan kepada para trester atau karang taruna di tiap desa ikut terlibat dalam mensukseskan percepatan vaksinasi ini dengan cara jemput bola,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (23/12/2021).

Pria yang berlatarbelakang perawat ini mengaku, strategi tersebut terbilang berhasil. Sebab, dari 47 karang taruna yang ada di kecamatan dan trester di 381 desa dan 5 kelurahan ini mampu menunjukan eksistensinya yang maksimal.

“Tugas mereka. Dari treser 1 orang 1 desa ini yaitu menggiring, mengajak dan mengedukasi masyarakat. Dintambah, mobilisasi dengan cara antar jemput peserta vaksinasi ini jadi solusi alternatifya,” kata Arifin.

Tidak sampai di sana, pria yang juga menjabat sebagai Humas di salah satu Rumah Sakit di Sukabumi ini menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sesuai dengan Permensos No. 25 tahun 2019. Bahwa, program nasional itu merupakan tugas dan tanggung jawab dari Karang Taruna juga.

“Oleh karena itu. Kita mendukung penuh keterkaitan program pemerintah pusat, daerah maupun pemerintah yang di bawah. Dan menurut kaca mata kami, tingkat optimis percepatan vaksinasi mencapai 70% bisa tereleasiasi di Sukabumi,” kata Arifin.

Bahkan ia menilai, langkah Pemerinta Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) ini sangat tepat. Kerena, bisa menggerakan langsung hingga merata ke tiap wilayah.

“Kami apresiasi tentunya. Karena, setiap puskesmas misalnya mereka bergerak terus menerus dan bisa merangkul berbagai pihak lainnya dalam mensukseskan vaksinasi ini,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru