Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Sampai Tahun 2022, BPBD Kota Sukabumi Himbau Siap-Siaga

Senin, 18 Oktober 2021 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau warga mewaspadai potensi terjadinya ancaman bencana hidrometerologi ketika memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

Pasalnya fase peralihan musim dari kemarau ke penghujan diperkirakan akan berlangsung sampai tahun 2022. Peralihan musim ini berpotensi menimbulkan terjadinya bencana hidrometerologi seperti angin kencang, gelombang pasang dan banjir.

“Masyarakat agar waspada ancaman bencana cuaca ekstrim selama periode kedepan sampai tahun 2022 akan terus berlangsung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, kepada wartawan, Senin (18/10/21).

Sementara untuk mengantisipasi dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. BPDB telah menindaklanjuti peringatan dini bencana langkah kesiap siagaan daerah, dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi sejak tanggal 14 september.

Salah satunya, meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan Aparatur Pemerintah Daerah, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi frekuensi kejadian bencana yang akan terus meningkat.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan dengan SE Wali Kota Sukabumi. Kita sosialisasi bimtek ditingkat pemerintah hingga RT dan RW kemudian pelaku pariwisata,” kata dia.

Selain itu sambung Imran, BPBD pun telah melakukan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana. Dengan cara melalui sosial edukasi melalui pelatihan, penanggulangan kedaruratan bencana evakuasi secara partisipatif mitigasi berbasis ekosistem dan gerakan aksi bersih-bersih lingkungan.

“Mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang,
bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB