PON XX Papua, Dua Atlet Sepakbola Putri Asal Kabupaten Sukabumi Diapresiasi Koni

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dua Atlet asal Kabupaten Sukabumi, Ria Ristiani dan Hanipa Halimatyusyadiah Suandi, ikut memperkuat Tim Sepakbola Putri Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Papua.

Kedua Atlet tersebut dipanggil untuk diberikan hadiah uang kadeudeuh atas capaian prestasinya, meskipun sudah berjuang keras untuk meraih Medali Emas, Tim Sepakbola Jawa Barat Putri harus menerima kekalahan oleh Tuan rumah Tim Sepakbola Papua dengan skor 1-0.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Sukabumi, Sirodjudin merasa bangga atas bentuk perjuangan semua atlet yang sudah mampu menoreh prestasi saat ini.

“Tentunya saya sangat bangga untuk atlet-atlet yang sudah berjuang dan membawa nama baik Kabupaten Sukabumi,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (16/10/2021).

Tidak hanya itu, di antara atlet Kabupaten Sukabumi dalam PON XX Papua ini Ria yang merupakan atlet asal Cibadak dan Hanipa atelet asal Cikembar tiba lebih dulu dan langsung diapresiasi dengan diberi uang kadeudeuh.

“Ini bentuk apresiasi Koni kepada para atlet. Nanti juga kita akan sambut atau kita serahkan semua atlet ke Bupati Sukabumi di Pendopo lagi, kita tunggu dulu atlet yang belum pulang,” tandasnya.

Sementara itu, Hanipa Halimatusyadiah Suandi menambahakan, kendati target emas belum tercapai, tapi tetap bangga sudah mendapatkan medali perak dan menjadi bagian dari Tim Jabar. Karena untuk masuk di tim besar ini cukup sulit.

“Kami juga mengucapkan terima kasih buat dukungan dari semuanya. Terutama untuk Ketua Koni yang hari ini memberikan uang kadeudeuh untuk kami,” tutupnya.

Lanjut dia, kekalahan dalam pertandingan kemarin tepatnya pada babak final. Mereka mengaku mengalami beberapa kendala. Dari mulai netralitas wasit, faktor cuaca dan lokasi pertandingan.

“Wasit seharusnya bola out untuk Tim Jabar malah dikasih ke lawan tanding, lalu memberikan kartu kepada kita sedangkan yang melakukan pelanggaran itu mereka,” kata Hanipa.

Selain itu, faktor kondisi alam, angin yang sangat kencang membuat ritme permainan sedikit terhambat, dan tekanan psikologis dari penonton tuan rumah yang menguasi stadion.

“Walaupun gagal meraih medali emas, saya dan teman satu timnya Ria Ristiani mengaku bangga sudah memperkuat Tim Sepak Bola Putri Jabar dalam ajang PON XX Papua,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Berita Terbaru