Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Siap Atasi NIK Bermasalah Maksimal Tiga Hari

Kamis, 14 Oktober 2021 - 15:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, akan membantu mengatasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam E-KTP maksimal dalam tempo tiga hari. Kecuali untuk sesuatu yang bersifat urgent, prosesnya bisa dipercepat.

Masalah tidak terbacanya atau belum online NIK seseorang oleh sistem administrasi kependudukan (Adminduk) akan segera dikonsolidasikan dengan pihak pusat. Waktu yang dibutuhkan paling lambat 3 X 24 jam terhitung saat dilakukan verifikasi berkas yang dibutuhkan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan (Kabid Dafduk), Yayah Dewi, kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/10/21).

“Masalah NIK yang tidak terbaca oleh sistem atau belum online berlaku secara nasional. Artinya, seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari Sabang sampai Merauke mengalami kendala yang sama. Maka untuk mengaktifkannya, harus melakukan konsolidasi ke pusat setelah dilakukan perekapan data ditingkat kabupaten dan kota,” kata Dewi.

Persyaratan untuk mengaktifasi kembali NIK bermasalah tadi jelasnya, warga hanya perlu membawa KTP atau paling tidak Kartu Keluarga.Terlebih bagi pelajar yang belum memiliki E-KTP. Karena di dalam KK sudah tertera nama dan NIK yang bersangkutan.

Bagi seseorang yang akan membuka akses dengan perbankan, sekarang bisa lebih mudah dan cepat. Karena kedua institusi telah bertemu membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan masalah kependudukan. Karena sistem yang ada di Disdikcapil dan yang ada di sistem perbankan berbeda.

Di masa pandemi sekarang ini, Disdukcapil memberikan pelayanan Adminduk dengan metode jemput bola. Ada delapan kecamatan yang dilayani langsung di alamat tempat tinggalnya. Ke delapan Kecamatan itu adalah Cireunghas, Nagrak, Cidahu, Warungkiara, Jampangtengah, Palabuhanratu, Sagaranten dan Surade.

“Kami sayang warga Kabupaten Sukabumi. Maka kami membuka layanan dengan cara jemput bola. Agar yang tempat tinggalnya jauh dari kantor pelayanan terbantu dengan program ini. Pada prinsipnya, kami ingin memberikan kemudahan dan bukan kesulitan. Agar warga merasa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka,” tandasnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Lagi! Komunitas Seniman HG Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
Wujud Kepedulian TNI, Renovasi Rumah Warga Ciemas Masuki Tahap Akhir
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Sukabumi Genjot Agroindustri dan Pariwisata
Sekda Ade Suryaman: Inspeksi SPPG Harus Sesuai Kondisi Riil di Lapangan!
MUI Sukabumi Tekankan Sinergi Ulama dan Aparat untuk Jaga Kondusivitas Wilayah
Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci
KNMP Ciwaru Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Sukabumi, Ini Rencana KKP
Wabup Buka Suara soal Rencana Berobat Tanpa BPJS, Pemkab Sukabumi Masih Tunggu Petunjuk Teknis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:42 WIB

Lagi! Komunitas Seniman HG Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 13:23 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Renovasi Rumah Warga Ciemas Masuki Tahap Akhir

Kamis, 5 November 2026 - 19:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Sukabumi Genjot Agroindustri dan Pariwisata

Kamis, 5 November 2026 - 14:36 WIB

MUI Sukabumi Tekankan Sinergi Ulama dan Aparat untuk Jaga Kondusivitas Wilayah

Kamis, 5 November 2026 - 14:32 WIB

Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci

Berita Terbaru